back to top

Grup Sinarmas (BSDE) Setop PUB Obligasi Rp2T, Ini Alasannya

Emitentrust.com- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) emiten properti grup Sinarmas secara resmi mengumumkan penghentian Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2025. Keputusan ini mulai berlaku efektif sejak tanggal 25 Maret 2026.

Berdasarkan keterangan resmi Rabu (25/3) manajemen BSDE menjelaskan bahwa langkah ini diambil dengan mempertimbangkan aspek ekonomis. Hal tersebut dikarenakan sisa target dana yang belum diterbitkan dalam program PUB Obligasi IV hanya tinggal sedikit.

“Sisa target dana yang belum diterbitkan tersisa sebesar Rp249,13 miliar dari total target dana keseluruhan sebesar Rp2 triliun,” ungkap Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai informasi, dalam rangkaian PUB tersebut, BSDE sebelumnya telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I pada September 2025 senilai Rp500 miliar dan Tahap II pada Desember 2025 senilai Rp1,25 triliun.

Berbeda dengan lini obligasi, program Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahun 2025 milik perseroan dilaporkan telah mencapai target. Target dana sebesar Rp1 triliun dari program sukuk tersebut telah terserap sepenuhnya oleh pasar melalui dua tahap penerbitan.

Pihak manajemen menegaskan bahwa penghentian sisa penawaran obligasi ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan.

Artikel Terkait

Diinterogasi BEI, SMRU Buka-Bukaan Soal Kelangsungan Usaha

PT SMR Utama Tbk (SMRU) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kegiatan operasional Perseroan yang hingga pertengahan Juli 2026 masih belum berjalan. Perseroan mengakui penghentian operasional telah menekan pendapatan, arus kas, serta meningkatkan ketidakpastian terhadap kelangsungan usaha.

Grup Lippo (MLPT) Stock Split 1:25, Perdagangan Akhir Senin 20 Juli 2026

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) akan melaksanakan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:25, berdasarkan pemberitahuan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

BEI Ungkap Kondisi Terbaru Pipeline IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga 17 Juli 2026 telah terdapat 7 perusahaan yang melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru