back to top

PAM Mineral (NICL) Bukukan Laba dan Pendapatan Naik di 2025

Emitentrust.com- PT PAM Mineral Tbk (NICL) emiten nikel PAM Grup milik Christopher Sumasto Tjia   sepanjang 2025 berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp345,14 miliar, naik sekitar 8,27% dibandingkan Rp318,76 miliar pada 2024.

Dalam laporan keuangan NICL yang diterbitkan Kamis (26/3) disebutkan kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan yang mencapai Rp1,47 triliun, meningkat dari Rp1,44 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional, perseroan mencatatkan laba bruto sebesar Rp602,08 miliar, melonjak dari Rp517,27 miliar. Laba usaha juga naik menjadi Rp458,64 miliar dari sebelumnya Rp414,10 miliar, mencerminkan kinerja bisnis inti yang semakin solid.

Meski demikian, beban umum dan administrasi meningkat cukup signifikan menjadi Rp143,43 miliar, serta beban pajak yang ikut naik menjadi Rp112,80 miliar, sehingga menahan laju pertumbuhan laba bersih.

Di sisi neraca, total aset tercatat sebesar Rp873,05 miliar per akhir 2025, turun dari Rp1,05 triliun pada 2024. Penurunan ini terutama dipicu oleh menyusutnya aset lancar, khususnya piutang usaha dan uang muka.

Sebaliknya, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp96,62 miliar dari Rp171,92 miliar, mencerminkan perbaikan struktur keuangan. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp776,43 miliar.

Arus kas operasional tetap solid dengan perolehan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp481,16 miliar, meski lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, perseroan juga agresif membagikan dividen dengan total pembayaran mencapai sekitar Rp446,64 miliar sepanjang tahun 2025.

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru