back to top

Kena Denda Rp185,9 M, NICE Ungkap Operasional Tetap Aman

Emitentrust.com- Emiten tambang nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, melaporkan penerimaan sanksi administratif berupa denda dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 27 Maret 2026, manajemen menyebutkan bahwa sanksi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 211 Tahun 2026 yang diterima Perseroan pada 26 Maret 2026.

Perseroan menyatakan siap memenuhi kewajiban tersebut dengan melakukan pembayaran denda administratif sebesar Rp185,93 miliar. Pembayaran dijadwalkan paling lambat dalam 30 hari kerja sejak diterbitkannya Surat Perintah Pelunasan Tagihan tertanggal 3 Maret 2026.

Meski nilainya tergolong besar, manajemen menegaskan bahwa sanksi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan.

Operasional tambang yang berlokasi di Sulawesi Tenggara disebut tetap berjalan normal tanpa gangguan, baik dari sisi hukum maupun kondisi keuangan.

Langkah pembayaran denda ini juga ditegaskan sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku di sektor kehutanan.

Perseroan memastikan akan terus meningkatkan kepatuhan terhadap seluruh kewajiban regulasi di masa mendatang, termasuk memastikan penyelesaian kewajiban dilakukan tepat waktu.

Keterbukaan informasi ini juga merupakan tindak lanjut dari laporan sebelumnya yang telah disampaikan pada Januari 2026 terkait perkembangan administrasi perusahaan.

Artikel Terkait

Iforte Gelar Tender Offer Saham IBST Rp5.400, Mulai Pekan Depan

PT Iforte Solusi Infotek resmi memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO) atas saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST).

IHSG Terbang 2,46% di Sesi I, Semua Sektor Kompak Menghijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli hingga penutupan perdagangan sesi I, Jumat (3/7/2026). IHSG melonjak 141,455 poin atau 2,46% ke level 5.886,011, didorong aksi beli yang merata di seluruh sektor.

Bank Banten (BEKS) Sebut OJK Restui Slamet Riyadi Jadi Direktur Bisnis

PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk. (BEKS) resmi memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) Slamet Riyadi sebagai Direktur Bisnis Perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru