back to top

Grup Astra (UNTR) Tiba-tiba Setop Aksi Buyback Saham Rp2T, Kenapa?

Emitentrust.com – PT United Tractors Tbk (UNTR) membuat langkah mengejutkan. Emiten alat berat ini resmi menghentikan aksi buyback saham lebih cepat dari jadwal, setelah menggelontorkan dana jumbo lebih dari Rp1 triliun.

Ari Setiyawan Corporate Secretary UNTR dalam keterangannya Selasa (31/3) menyampaikan bahwa hingga 31 Maret 2026, perseroan telah melakukan pembelian kembali sebanyak 36.406.300 saham dengan total nilai mencapai Rp1,056 triliun.

Padahal sebelumnya, UNTR menyiapkan dana hingga Rp2 triliun untuk program buyback yang dijadwalkan berlangsung hingga 15 April 2026.

Dengan realisasi tersebut, masih terdapat sisa dana buyback sekitar Rp943,65 miliar yang belum digunakan. Namun secara mengejutkan, manajemen memutuskan untuk menghentikan program buyback per 31 Maret 2026.

Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan internal manajemen di tengah kondisi pasar yang sebelumnya disebut berfluktuasi signifikan.

Buyback Jumbo di Tengah Pasar Bergejolak

Program buyback ini awalnya digulirkan sejak 22 Januari 2026 sebagai langkah strategis untuk tujuan menjaga stabilitas harga saham, memberikan kepercayaan kepada investor dan mengoptimalkan struktur permodalan

Total buyback yang dilakukan juga tetap berada dalam batas ketentuan, yakni tidak melebihi 20% dari modal disetor dengan minimal saham beredar di publik sebesar 7,5%.

Manajemen menegaskan bahwa penghentian buyback ini tidak berdampak material terhadap operasional
Tidak memengaruhi kondisi hukum maupun keuangan perusahaan.

Pada perdagangan hari ini Selasa (31/3) saham UNTR turun 1,29 persen ke level Rp30.725.

Artikel Terkait

OJK Yakin MSCI Tak Turunkan Status Pasar Modal RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis status pasar modal Indonesia tidak akan diturunkan oleh Morgan Stanley Capital International(MSCI) Inc,

Laba TUGU Melejit 77% di 2025 Ini Rahasianya

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025, menegaskan konsistensi fundamental bisnis di tengah dinamika industri asuransi dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 117.

Bos SIDO Borong Saham di Tengah Pergerakan Stagnan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, (SIDO) menyampaikan bahwa Irwan Hidayat, selaku direktur kembali menambah kepemilikan sahamnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru