back to top

Susut 60%, Kimia Farma (KAEF) Masih Rugi Rp334M di 2025

Emitentrust.com – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menunjukkan perbaikan signifikan di 2025. Meski masih mencatatkan rugi bersih, perseroan berhasil memangkas kerugian secara tajam.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp334,95 miliar, dari Rp842,27 miliar pada 2024. Artinya, rugi bersih berhasil ditekan sekitar 60,2% secara tahunan (YoY).

Di sisi pendapatan, penjualan neto tercatat Rp9,22 triliun, turun dari Rp9,93 triliun pada tahun sebelumnya. Namun demikian, laba bruto justru meningkat menjadi Rp3,06 triliun dari Rp2,94 triliun, mencerminkan perbaikan margin usaha.

Perbaikan juga terlihat di level operasional. Rugi usaha menyusut drastis menjadi Rp79,75 miliar dibandingkan rugi usaha Rp810,72 miliar pada 2024. Sementara itu, rugi sebelum pajak juga turun signifikan menjadi Rp438,08 miliar dari sebelumnya Rp1,22 triliun.

Dari sisi neraca, struktur keuangan perseroan relatif lebih stabil. Total liabilitas tercatat Rp11,44 triliun, sedikit turun dari Rp11,49 triliun. Sementara total aset juga mengalami penurunan menjadi Rp14,18 triliun dari Rp14,92 triliun pada tahun sebelumnya.

Artikel Terkait

Free Float AGII Cuma 7,55%, Kendali Terkonsentrasi Saratoga & Grup Samator

Porsi saham publik (free float) PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) terpantau masih terbatas, hanya 7,55%, menandakan likuiditas saham yang relatif ketat di pasar.

NICK Caplok Okansa Pacific, Langsung Kuasai 50% Saham

PT Charnic Capital Tbk (NICK) resmi melakukan langkah ekspansi dengan mengakuisisi saham PT Okansa Pacific sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan tersebut.

OJK Beber Cara Hitung Saham Dikuasai Segelintir Investor

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan terkait metodologi perhitungan High Shareholding Concentration (HSC) yang sebelumnya diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 April 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru