back to top

Free Float 47%, Ini Sosok Pemilik Akhir BRMS yang Jarang Disorot

Emitentrust.com – Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melaporkan struktur kepemilikan saham terbaru per akhir Maret 2026 dengan posisi free float yang tetap tinggi serta dominasi pemilik manfaat akhir di balik pemegang saham besar.

Dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE), free float BRMS tercatat 47,22% atau setara sekitar 66,94 miliar saham. Angka ini relatif stabil dibanding bulan sebelumnya, mencerminkan likuiditas saham yang masih terjaga di pasar.

Di sisi lain, komposisi pemegang saham menunjukkan dominasi investor institusi besar. Pemegang saham terbesar berasal dari Emirates Tarian Global dengan kepemilikan 25,1%, disusul beberapa investor strategis seperti GlasTrust (Singapore) dan Sugiman Halim.

Namun yang paling menarik perhatian adalah sosok pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) yang teridentifikasi dalam laporan, yakni Nirwan Dermawan Bakrie. Nama ini disebut sebagai pihak yang memiliki kendali manfaat atas struktur kepemilikan BRMS.

Selain itu, PT Bumi Resources Tbk juga tercatat sebagai pemegang saham dengan porsi sekitar 3,08%, memperlihatkan keterkaitan grup Bakrie dalam struktur kepemilikan.

Dari sisi publik, kepemilikan investor ritel dan non-pengendali masih cukup besar, dengan porsi lebih dari 51% saham berada di publik (non-warkat). Hal ini turut memperkuat status BRMS sebagai saham dengan basis investor luas.

Tak hanya itu, jumlah investor juga mengalami peningkatan signifikan. Tercatat jumlah pemegang saham naik dari 104.425 menjadi 111.532 investor, atau bertambah 7.107 SID dalam sebulan—indikasi meningkatnya minat pasar terhadap saham ini.

Artikel Terkait

Wong Kevin Diam-diam Borong 13,7 Juta Saham BULL, Ada Apa?

Emiten pelayaran migas PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menyampaikan bahwa Wong Kevin selaku direktur tercatat menambah kepemilikan saham secara signifikan pada 8 April 2026.

BEI Soroti 9 Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Daftarnya

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti fenomena high shareholder concentration (HSC) atau kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada pihak tertentu.

Siap-Siap! BEI Bakal Kebanjiran Emiten Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan masih terdapat 13 perusahaan dalam pipeline IPO yang berpotensi melantai di pasar modal hingga pertengahan tahun ini.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru