Emitentrust.com- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) emiten properti milik Hermanto Tanoko mencatat lonjakan kinerja signifikan pada kuartal I-2026 dengan laba bersih mencapai Rp95,73 miliar, melesat 428,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,11 miliar.
Berdasrkan laporan keuangan interim kuartal I-2026 yang diterbitkan Jumat (17/4) disebutkan bahwa Pendapatan RISE tercatat sebesar Rp173,11 miliar, meningkat 36,3% secara tahunan (YoY) dari Rp127,06 miliar.
Di saat yang sama, beban pokok justru turun menjadi Rp70,44 miliar, menghasilkan laba bruto Rp102,67 miliar atau melonjak 105,1% YoY.
Dari sisi operasional, laba usaha juga ikut terdongkrak tajam menjadi Rp76,61 miliar, melonjak 273,2% YoY dari Rp20,52 miliar. Efisiensi beban usaha yang turun sekitar 11,8% YoY turut memperkuat profitabilitas.
Namun, perseroan mencatat tekanan dari kerugian portofolio efek sebesar Rp20,34 miliar, yang membuat penghasilan lain-lain bersih menjadi negatif Rp12,94 miliar. Meski demikian, hal ini tertutup oleh penyesuaian nilai wajar properti investasi sebesar Rp35,13 miliar, yang mendorong laba sebelum pajak melonjak drastis.
Dari sisi bottom line, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp97,16 miliar, naik 495,5% YoY, dengan laba per saham meningkat dari Rp1,01 menjadi Rp6,00.
Dari sisi posisi keuangan, total aset RISE mencapai Rp4,16 triliun, tumbuh 3,1% dibandingkan akhir 2025. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan piutang usaha yang meroket lebih dari 393% menjadi Rp108,68 miliar.
Kas dan setara kas juga meningkat 23,4% menjadi Rp194,24 miliar, mencerminkan perbaikan likuiditas.
Di sisi lain, total liabilitas naik 3,8% menjadi Rp775,72 miliar, sementara ekuitas tumbuh 2,9% menjadi Rp3,39 triliun.
Arus kas operasi menunjukkan perbaikan signifikan dengan arus kas positif sebesar Rp28,45 miliar, berbalik dari negatif Rp4,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pada perdagangan hari ini Jumat (17/4) saham RISE naik 0,26 persen ke level Rp1.915.


