Emitentrust.com – Emiten logistik, PT Logisticsplus International Tbk (LOPI), mengumumkan rencana aksi korporasi besar melalui penambahan modal baik dengan maupun tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Dalam keterbukaan informasi, Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas dua skema pendanaan sekaligus, yakni private placement (PMTHMETD) dan right issue (PMHMETD).
Untuk skema tanpa HMETD (private placement), Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 110 juta saham baru atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan.
Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka peluang masuknya investor strategis. Selain itu, peningkatan jumlah saham beredar diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham LOPI di pasar.
Di sisi lain, LOPI juga menyiapkan aksi rights issue dalam skala jauh lebih besar. Perseroan berencana menerbitkan hingga 1,4 miliar saham baru, setara dengan 127,27% dari jumlah saham yang telah ditempatkan.
Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat modal kerja serta mendukung ekspansi bisnis Perseroan di sektor jasa pengurusan transportasi (freight forwarding).
Pelaksanaan aksi ini masih menunggu persetujuan RUPSLB serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perseroan mengungkapkan bahwa penerbitan saham baru dalam skema HMETD berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan hingga 19,37% bagi investor yang tidak mengeksekusi haknya.
Manajemen menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memperbaiki struktur keuangan serta mempercepat pertumbuhan usaha.
Pada perdagangan saham Rabu (22/4) saham LOPI berada pada level Rp115 per lembar.


