back to top

ADHI Catat Laba Melejit 2.250%, Tapi Pendapatan Drop di Kuartal I-2026

Emitentrust com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) pada kuartal I-2026 membukukan laba bersih sebesar Rp158,01 miliar, melonjak sekitar 2.250% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp6,72 miliar.

Di sisi top line, kinerja pendapatan mengalami sedikit koreksi. Pendapatan usaha tercatat Rp1,66 triliun, turun sekitar 1,08% dari Rp1,68 triliun pada kuartal I-2025.

Namun pendapatan usaha tercatat Rp1,66 triliun, turun sekitar 1,08% dari Rp1,68 triliun pada kuartal I-2025.

Kendati pendapatan melemah tipis, perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas secara signifikan. Hal ini tercermin dari laba bruto yang naik tajam menjadi Rp553,02 miliar dari Rp255,16 miliar pada periode sebelumnya.

Peningkatan laba juga ditopang oleh efisiensi beban pokok pendapatan yang turun menjadi Rp1,11 triliun dari sebelumnya Rp1,43 triliun. Selain itu, laba usaha ikut terdongkrak menjadi Rp356,94 miliar, naik signifikan dari Rp68,30 miliar.

Namun demikian, ADHI masih menghadapi tekanan dari beban keuangan yang tercatat sebesar Rp182,22 miliar, serta kontribusi rugi dari entitas asosiasi sebesar Rp24,24 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp28,10 triliun, sedikit turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp28,79 triliun. Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp24,64 triliun dengan ekuitas sebesar Rp3,46 triliun.

Adapun arus kas operasi tercatat negatif Rp868,88 miliar, mencerminkan masih tingginya kebutuhan pendanaan operasional di tengah ekspansi proyek infrastruktur.

Artikel Terkait

MTEL Cetak Kinerja Moncer di Semester I-2026, Ini Mesin Pertumbuhannya

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/IDX: MTEL) membukukan laba bersih sebesar Rp1,11 triliun pada semester I 2026, meningkat 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan naik 2,1% secara

HATM Tancap Gas! Laba Terbang 667% di Kuartal II 2026

Saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dibuka pada level Rp530 pada perdagangan Senin (3/8/2026). Pergerakan saham emiten pelayaran tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap kinerja fundamental perseroan yang mencatat lonjakan laba pada kuartal II 2026.

Emiten Hapsoro (BUVA) Gelar Rights Issue Rp1,54T, Pemilik Saham Bakal Terdilusi 20%

Emiten perhotelan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) emiten milik hapsoro berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue dengan target dana mencapai Rp1,54 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru