back to top

Pemegang Saham Baru Muncul di PACK, Borong 6,8 Miliar Lembar

Emitentrust.com – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat masuknya pemegang saham baru yaitu Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam melakukan pembelian saham dalam jumlah jumbo pada 13 Mei 2026.

Dalam keterbukaan informasi Perseroan, Samsudin Andi Arsyad membeli sebanyak 6,83 miliar lembar saham PACK dengan harga transaksi Rp137 per saham.

Dengan harga tersebut, nilai transaksi pembelian saham diperkirakan mencapai sekitar Rp936,65 miliar.

Manajemen PACK menyampaikan bahwa tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi melalui kepemilikan saham langsung.

“Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen dalam keterangannya, Rabu (13/5).

Pasca transaksi, kepemilikan saham Samsudin Andi Arsyad di PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk meningkat menjadi sekitar 6,83 miliar lembar saham atau setara 21,12% dari total saham Perseroan.

Sebelumnya, Samsudin tercatat belum memiliki saham PACK.

Pada perdagangan hari ini Rabu (13/5) saham PACK terbang 9,8 persen ke level Rp312

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk adalah perusahaan yang bertransformasi dari bisnis kemasan menjadi perusahaan holding investasi. Setelah perubahan kepemilikan dan strategi, perseroan kini berfokus pada aktivitas induk usaha di sektor perdagangan dan pertambangan bijih nikel.

Artikel Terkait

Hetzer Medical (MEDS) Siap Masuk Bisnis Machining Logam Berbasis CNC

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) berencana melakukan diversifikasi usaha melalui penambahan kegiatan usaha baru di sektor industri barang logam dan jasa machining berbasis mesin Computer Numerical Control (CNC).

BTN Perkuat Wawasan Geopolitik Global

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan wawasan strategis jajaran manajemen di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan perubahan geoekonomi dunia.

OJK Pastikan Indonesia Tetap Bertahan di MSCI Emerging Market

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pasar modal Indonesia tetap bertahan dalam kategori emerging market atau pasar berkembang berdasarkan hasil peninjauan terbaru dari lembaga penyedia indeks global MSCI

Populer 7 Hari

Berita Terbaru