back to top

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus WBSA Mulai 18 Mei

Emitentrust.com – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi keluar dari daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pengumuman Bursa Rabu (13/5), saham berkode WBSA tidak lagi masuk kategori pemantauan khusus dan akan kembali tercatat di Papan Pengembangan mulai efektif pada 18 Mei 2026.

Sebelumnya, saham WBSA masuk dalam daftar pemantauan khusus berdasarkan kriteria nomor 10, yakni akibat penghentian sementara perdagangan efek (suspensi) selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan aktivitas perdagangan saham.

BEI menyampaikan bahwa pencabutan status pemantauan khusus dilakukan setelah kondisi yang mendasari pemberlakuan status tersebut dinilai telah terpenuhi sesuai ketentuan Bursa.

Dengan keluarnya WBSA dari papan pemantauan khusus, Perseroan diharapkan dapat kembali meningkatkan likuiditas perdagangan saham serta kepercayaan investor terhadap aktivitas perdagangan saham Perseroan.

Seperti diketahui Sebagai informasi, WBSA adalah emiten penyedia jasa logistik yang melantai di bursa pada 10 April 2026 harga perdana Rp168 per saham. WBSA menjadi emiten pertama yang melantai di bursa tahun ini.

Sejak listing hingga saat ini saham WBSA telah mencapai Rp1.265 per lembar atau melonjak 653 persen.

Lewat gelaran IPO, WBSA melepas 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. WBSA meraup dana segar Rp 302,4 miliar lewat aksi korporasi ini.

Sejak melantai di bursa, saham WBSA tercatat beberapa kali masuk radar unusual market activity (UMA) yang berujung pada suspensi perdagangan saham.

Artikel Terkait

Belum 3 Tahun! Direktur KKGI Mundur, Ini Alasan di Baliknya

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menyampaikan bahwa Eddy mengajukan pengunduran diri dari posisi Direktur Perseroan.

Gudang Garam (GGRM) Lakukan Transaksi Afiliasi Rp200M, Ini Tujuannya

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melakukan transaksi afiliasi berupa penambahan modal sebesar Rp200 miliar kepada anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama (SDHI). Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Bandar Udara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.

Saham Terbang 76%, Disorot BEI Masih Ngegas di Sesi I

Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola jaringan restoran KFC di Indonesia, menjadi sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mengalami lonjakan harga yang dinilai berada di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru