back to top

IHSG Sesi I Gagal Bertahan di Zona Hijau, Saham LQ45 Berguguran

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu (20/5/2026), berakhir di zona merah setelah sempat bergerak di area hijau pada awal perdagangan. IHSG tercatat melemah 0,60% atau turun 38,50 poin ke level 6.332,17.

IHSG bergerak dari batas atas di level 6.459 hingga batas bawah pada level 6.215 setelah dibuka pada level 6.370.

Pelemahan IHSG dipicu tekanan besar pada mayoritas indeks sektoral. Sektor barang baku menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan mencapai 4,14%, disusul sektor transportasi yang anjlok 4,12%. Tekanan juga terjadi pada sektor energi sebesar 2,76% dan barang konsumer non primer 1,25%.

Tak hanya itu, sektor properti dan real estate ikut melemah 1,25%, diikuti sektor teknologi 0,86%, kesehatan 0,64%, perindustrian 0,41%, serta infrastruktur 0,11%.

Di tengah dominasi tekanan jual, hanya dua sektor yang masih mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor keuangan yang naik 0,35% dan barang konsumer primer sebesar 0,17%.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup ramai. Hingga siang hari, total volume transaksi mencapai 27,55 miliar saham dengan nilai perdagangan menembus Rp13,67 triliun. Sebanyak 521 saham tercatat melemah, sementara hanya 165 saham menguat dan 128 saham stagnan.

Dari jajaran saham penguat, saham MORA melesat Rp925 menjadi Rp6.875 per lembar. Disusul saham GGRM yang naik Rp650 menjadi Rp17.000 per lembar, serta BDMN yang menguat Rp370 ke level Rp4.780 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual besar terjadi pada sejumlah saham unggulan. Saham DCII anjlok Rp3.250 menjadi Rp194.250 per lembar, SINI turun Rp725 menjadi Rp9.400, dan UNTR melemah Rp575 menjadi Rp24.925 per saham.

Sementara itu, saham yang paling aktif diperdagangkan hingga sesi pertama dipimpin oleh BUMI dengan frekuensi transaksi mencapai 97.704 kali senilai Rp1,4 triliun. Kemudian disusul BIPI sebanyak 56.173 kali transaksi senilai Rp246 miliar dan WBSA sebanyak 50.734 kali transaksi dengan nilai Rp156 miliar.

Di jajaran saham LQ45, tekanan paling besar dialami Amman Mineral Internasional Tbk yang turun 6,94% ke level Rp2.950 per saham. Disusul Barito Pacific Tbk melemah 6,27% menjadi Rp1.795 dan Petrindo Jaya Kreasi Tbk terkoreksi 6,15% ke Rp610 per saham.

Meski demikian, beberapa saham masih mencatat penguatan signifikan. Bukit Asam Tbk memimpin top gainers LQ45 setelah melesat 6,42% ke Rp2.820 per saham. Kemudian Jpfa Comfeed Indonesia Tbk naik 4,38% ke Rp2.620 dan Telkom Indonesia Tbk menguat 2,92% menjadi Rp3.170 per saham.

Artikel Terkait

GOTO Dukung Aturan Baru Ojol, Komisi Aplikator Dipangkas Jadi 8%

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah terkait pembagian komisi antara perusahaan aplikator dan mitra pengemudi ojek online.

WINS Bagi Dividen Rp8,8M, Catat Jadwal Cum Date

PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp8,81 miliar

Jinsheng Mining Borong Saham DKFT, Nilainya Tembus Rp91M

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menyampaikan bahwa PT Jinsheng Mining selaku pemegang saham pengendali telah menambah kepemilikan saham pada 12 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru