Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) terkait serangkaian koreksi laporan keuangan tahunan IBOS untuk periode 2023 dan 2024.
Dalam surat tanggapan kepada BEI, manajemen IBOS menjelaskan bahwa koreksi dilakukan beberapa kali akibat barcode laporan audit yang tidak terbaca, salah posting, typo pengetikan, hingga kesalahan klasifikasi akun dalam laporan keuangan.
BEI sebelumnya menyoroti sedikitnya lima kali koreksi laporan keuangan yang dilakukan perseroan, yakni:
24 Juni 2024 untuk laporan keuangan 2023
20 Juli 2024 untuk laporan keuangan 2023
8 April 2025 untuk laporan keuangan 2024
22 September 2025 untuk laporan keuangan 2024
13 Maret 2026 untuk laporan keuangan 2023
Manajemen menjelaskan, koreksi pada 24 Juni 2024 dilakukan hanya karena barcode tidak terbaca tanpa perubahan angka laporan keuangan.
Namun pada koreksi 20 Juli 2024, perseroan mengakui adanya salah posting, typo, dan salah klasifikasi sejumlah akun keuangan.
Salah satu perubahan terbesar terjadi pada akun aset tetap bersih yang turun sekitar Rp29,8 miliar menjadi Rp255,04 miliar dari sebelumnya Rp284,84 miliar akibat reklasifikasi menjadi persediaan.
Selain itu:
Persediaan turun sekitar Rp28,77 miliar
Utang pajak direvisi naik Rp530,59 juta
Liabilitas sewa naik Rp637,5 juta
Tambahan modal disetor terkoreksi Rp3,11 juta
Penghasilan komprehensif turun Rp567,9 juta
Perseroan menegaskan perubahan tersebut tidak mengubah angka laporan keuangan secara signifikan dan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab keterbukaan informasi kepada investor.
Untuk koreksi laporan keuangan 2024, perseroan menyebut tidak ada perubahan angka dan hanya terkait barcode audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) yang tidak sinkron.
Sementara koreksi pada Maret 2026 dilakukan karena perubahan auditor dari KAP Armanda menjadi KAP BAMS tanpa mengubah angka laporan keuangan audit 2023.
Direktur Utama IBOS, Edi Nugroho, menyatakan perseroan tetap berkomitmen menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan memperkuat pengendalian internal guna menjaga kepercayaan investor.
“Perseroan senantiasa berkomitmen menjalankan prinsip keterbukaan informasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta perlindungan terhadap kepentingan investor,” tulis Edi dalam surat tanggapan kepada BEI pada Rabu (20/5).
PT Indo Boga Sukses Tbk (BOS) adalah perusahaan publik asal Indonesia yang beroperasi di sektor kuliner dan restoran.
Perusahaan ini dikenal karena mengelola berbagai merek usaha makanan dan minuman, serta memperluas jangkauannya melalui investasi di bidang pangan dan distribusi.


