back to top

Raymond Borong TPIA, Saham Malah ARB Hari Ini

Emitentrust.com – Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Raymond, menambah kepemilikan saham perseroan melalui transaksi pembelian yang dilakukan pada 19 Mei 2026.

Manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi pada Rabu (20/5) menyampaikan bahwa Raymond membeli sebanyak 625.000 lembar saham TPIA pada kisaran harga Rp4.300 hingga Rp4.580 per saham.

Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Raymond, menambah kepemilikan saham perseroan melalui transaksi pembelian yang dilakukan pada 19 Mei 2026.

Manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi pada Rabu (20/5) menyampaikan bahwa Raymond membeli sebanyak 625.000 lembar saham TPIA pada kisaran harga Rp4.300 hingga Rp4.580 per saham.

Dari aksi pembelian saham ini Raymond merogoh dana diperkirakan mencapai nilai Rp2,7 miliar

TPIA menyebutkan transaksi tersebut dilakukan dengan tujuan investasi melalui kepemilikan saham langsung.

“Tujuan transaksi adalah untuk pembelian dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen.

Dengan transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Raymond di TPIA meningkat menjadi sekitar 3,92 juta lembar saham, dari sebelumnya sebanyak 3,3 juta lembar saham.

Pada perdagangan hari ini Kamis (21/5) saham TPIA turun 14,66 persen atau menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) ke level Rp2.270 per saham.

Artikel Terkait

SRSN Bagi Dividen Tunai Rp6,62M, Siapkan Strategi Baru 2026

PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp6,62 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Grup Bakrie (BUMI) Mulai Tawarkan Obligasi Rp1,84T, Kupon Tertinggi 9,05%

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali melanjutkan aksi pendanaan melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap V Tahun 2026 dengan nilai pokok mencapai Rp1,839 triliun.

IHSG Jatuh ke Level 6.144 di Sesi I, Semua Sektor Kompak Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (21/5/2026), masih tertekan di zona merah meskipun sempat dibuka menguat pada awal perdagangan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru