Emitentrust.com – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah sahamnya ditutup Auto Reject Atas (ARA) pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.
Saham CBRE ditutup melonjak 24,46% ke level Rp865 di tengah tekanan yang masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menanggapi lonjakan saham tersebut, Direktur Utama CBRE, Suminto Husin mengatakan antusiasme pasar tidak terlepas dari respons positif investor terhadap rencana ekspansi dan aksi korporasi Perseroan.
“Kami melihat pasar mulai memberikan perhatian terhadap langkah strategis Perseroan, khususnya terkait rencana Rights Issue yang sedang kami persiapkan,” ujar Suminto.
Menurut manajemen, masuknya Global Tower Investments Limited sebagai investor asing sekaligus standby buyer dalam aksi rights issue menjadi salah satu sentimen positif yang mendorong optimisme pasar.
Selain itu, Perseroan juga telah menunjuk PT Gunanusa Utama Fabricators, Andry Hakim, dan Gabriel Rey sebagai standby buyer dalam aksi korporasi tersebut.
Dalam rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), CBRE menargetkan penghimpunan dana hingga sekitar Rp1,91 triliun.
Perseroan berencana menerbitkan maksimal 12,75 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan di kisaran Rp100 hingga Rp150 per saham.
Sebagian dana hasil rights issue nantinya akan digunakan untuk konversi utang menjadi modal perusahaan senilai sekitar Rp924 miliar sebagai bagian dari strategi penguatan struktur keuangan Perseroan.
Suminto menegaskan manajemen tetap berkomitmen menjalankan aksi korporasi tersebut sesuai rencana dan berharap mendapat dukungan dari seluruh pemegang saham maupun investor.
“Kami berkomitmen untuk tetap menjalankan Rights Issue sesuai rencana dan berharap dukungan penuh dari seluruh pemegang saham maupun investor,” katanya.
Terkait jadwal pelaksanaan rights issue, manajemen saat ini masih berfokus menyelesaikan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026.
Selain itu, Perseroan juga masih menunggu tanggapan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait proses PMHMETD yang sedang berjalan.
“Kami saat ini fokus menyelesaikan agenda RUPST yang akan dilaksanakan di hari Senin 25 Mei 2026 terlebih dahulu, sekaligus menunggu tanggapan dan proses dari OJK terkait rencana PMHMETD yang sedang berjalan,” tutup Suminto.


