Emitentrust.com – Aa
PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) membukukan rugi bersih sebesar Rp337,87 juta pada kuartal I-2026. Meski masih merugi, kinerja perseroan menunjukkan perbaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat rugi bersih Rp1,94 miliar.
Di sisi pendapatan, emiten transportasi tersebut berhasil mencatat lonjakan pendapatan hingga 239,67% menjadi Rp2,27 miliar per 31 Maret 2026, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp668,09 juta.
Berdasarkan laporan keuangan TAXI yang diterbitkan Minggu (24/5) disebutkan, kenaikan pendapatan turut mendorong perseroan membalikkan posisi laba bruto menjadi Rp575,11 juta dari sebelumnya rugi bruto Rp1 miliar pada kuartal I-2025.
Namun, beban umum dan administrasi yang meningkat menjadi Rp958,97 juta membuat perseroan masih membukukan rugi usaha sebesar Rp383,85 juta.
Meski demikian, rugi usaha tersebut jauh lebih rendah dibanding rugi usaha pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 miliar.
Perseroan juga mencatat keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp46,94 juta dan penghasilan lain-lain neto Rp45,97 juta yang membantu menekan kerugian.
Dari sisi neraca, total aset PT Express Transindo Utama Tbk tercatat sebesar Rp38,85 miliar hingga akhir Maret 2026, sedikit turun dibanding posisi akhir 2025 sebesar Rp38,93 miliar.
Sementara total liabilitas naik menjadi Rp3,47 miliar dari sebelumnya Rp3,22 miliar. Adapun total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp35,37 miliar.
Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp331,98 juta pada akhir Maret 2026 dari sebelumnya Rp665,21 juta di akhir Desember 2025.
Arus kas operasi juga masih negatif sebesar Rp470,71 juta, meskipun membaik dibandingkan penggunaan kas operasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,48 miliar.


