back to top

Morgan Stanley Borong Saham AMRT Rp205M Harga Pasar, Ada Apa?

Emitentrust.com – Investor institusi global Morgan Stanley and Co International Plc menambah kepemilikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melalui transaksi yang dilakukan pada 29 Mei 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham pada Rabu (3/6) disebutkan, Morgan Stanley membeli sebanyak 179,14 juta saham AMRT pada harga Rp1.151 per saham. Nilai transaksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp206,79 miliar.

Di saat yang sama, Morgan Stanley juga melakukan penjualan sebanyak 1,29 juta saham AMRT pada harga Rp1.346 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,74 miliar.

Dengan demikian, secara bersih Morgan Stanley membukukan akumulasi saham sebanyak 177,84 juta saham dengan nilai pembelian bersih sekitar Rp205,05 miliar.

Pasca transaksi, kepemilikan Morgan Stanley di AMRT meningkat menjadi 3,83 miliar saham atau setara 9,314% dari total saham beredar. Sebelumnya, lembaga keuangan asal Amerika Serikat tersebut menggenggam 3,65 miliar saham atau setara 8,8812%.

Kenaikan kepemilikan tersebut mencerminkan tambahan porsi saham sekitar 0,43% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Dalam laporan yang disampaikan, Morgan Stanley menyebut tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi. Investor institusi tersebut juga menegaskan statusnya bukan sebagai pemegang saham pengendali AMRT.

Pada perdagangan hari ini Rabu (3/6) saham AMRT turun 2,5 persen ke level Rp1.345.

Artikel Terkait

BALI Dapat Suntikan Modal Rp100M dari Anak Usaha

PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menandatangani perjanjian pinjaman dengan anak usahanya, PT Paramitra Intimega (PIM), senilai maksimal Rp100 miliar pada 2 Juni 2026.

BNI Tambah Amunisi Modal, Terbitkan Instrumen AT1 2026

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan realisasi pencatatan instrumen BNI Additional Tier 1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities 2026

Grup Lippo (MPPA) Pastikan Tak Ada Gerai Tutup Akibat Koperasi Merah Putih

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menyatakan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) belum memberikan dampak material terhadap bisnis maupun peta persaingan ritel modern

Populer 7 Hari

Berita Terbaru