back to top

Strategi Penyehatan Kimia Farma (KAEF) Terus Mendorong Perbaikan Kinerja Perusahaan

Emitentrust.com – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mengumumkan perbaikan kinerja keuangan yang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu, 3 Juni 2026.

Langkah perusahaan dalam melakukan transformasi bisnis dengan meninggalkan produk-produk komoditas berbiaya tinggi ke lini produk inovatif bermargin tebal (high margin) terbukti efektif mendorong kinerja bisnis KAEF.

Selain itu guna menjaga efisiensi dan daya saing, KAEF juga melakukan sejumlah langkah strategis. Seperti memperkuat pengelolaan biaya secara menyeluruh, baik pada komponen harga pokok produksi maupun biaya operasional.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil menjalankan program restrukturisasi keuangan secara konsisten dan mulai menunjukkan hasil positif. Perbaikan fundamental tercermin dari perbaikan kinerja keuangan konsolidasian dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk peningkatan laba bruto melalui fokus produk high margin, serta penurunan rugi tahun berjalan secara signifikan sebesar 63,3% dari Rp1,2 triliun menjadi Rp443,3 miliar.

Efisiensi operasional dan optimalisasi portofolio produk high margin membuat KAEF berhasil mencatatkan kenaikan laba bruto menjadi Rp3,06 triliun pada tahun 2025, tumbuh dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp2,95 triliun.

Capaian tersebut secara konsisten berlanjut sehingga kualitas profitabilitas KAEF melesat dan mencatatkan rapor hijau di awal tahun 2026.

Laporan Keuangan Kuartal 1 2026 mencatat bahwa KAEF berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih 197,79% menjadi Rp123,6 miliar.

Keberhasilan ini mengakhiri tren negatif kerugian tahunan dan menjadi fondasi kokoh untuk mencapai target full-year yang optimis.

Strategi penyehatan ini tidak hanya berhasil membuat perusahaan berbalik dari rugi menjadi laba, namun juga memperkuat ketahanan bisnis KAEF di tengah ketidakpastian makroekonomi global yang terjadi.

Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyampaikan bahwa KAEF akan terus menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh guna memperkuat fundamental usaha dan mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Capaian di kuartal I 2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa langkah transformatif yang kami jalankan kini mulai membuahkan hasil. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memastikan Kimia Farma kembali menjadi kebanggaan industri kesehatan nasional,” ujar Djagad usai RUPST dan Public Expose, Rabu 3 Juni 2026.

Djagad menambahkan, di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, termasuk tekanan nilai tukar dan kenaikan harga bahan baku, KAEF akan terus memperkuat efisiensi biaya, optimalisasi portofolio produk, diversifikasi pemasok, serta peningkatan penggunaan bahan baku lokal secara bertahap.

Hal itu dilakukan untuk menjaga ketahanan bisnis dan daya saing perusahaan. Langkah ini sejalan dengan komitmen KAEF untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional.

Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memperkuat KAEF dan kemandirian industri farmasi nasional, Djagad menyatakan ada enam pilar strategi utama yang akan menjadi fokus berikutnya, yaitu ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (GCG), dan sinergi antarentitas KAEF Grup.

Selain itu KAEF terus melakukan penajaman fokus bisnis dengan mengutamakan pengembangan dan pemasaran produk dengan margin lebih tinggi, sambil tetap berkomitmen menyediakan obat untuk mendukung program pemerintah guna menjaga aksesibilitas layanan kesehatan masyarakat.

Dengan menjalankan strategi tersebut, Djagad optimistis KAEF dapat mempertahankan momentum perbaikan kinerja pada tahun 2026. “Para pemegang saham telah mengarahkan manajemen Kimia Farma untuk tidak berhenti berinovasi sambil terus menjalankan strategi yang telah disiapkan.

Berbagai tantangan, baik di tingkat global maupun nasional, termasuk volatilitas ekonomi global, pergerakan nilai tukar, ketergantungan industri terhadap bahan baku impor, serta dinamika regulasi sektor kesehatan justru menjadi pendorong Kimia Farma untuk semakin tangguh, waspada dan adaptif.

Dengan optimisme dan kewaspadaan tersebut, kami akan terus memperkuat efisiensi, memperbaiki profitabilitas, dan menjaga pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.

” Kimia Farma Umumkan Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan, yaitu penambahan satu orang anggota Dewan Komisaris yaitu Bonanza Perwira Taihitu. Pemegang saham juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Jasmine Karsono sebagai Direktur Portofolio, Produk dan Layanan. Adapun susunan pengurus Perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST pada 3 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Susunan Dewan Komisaris PT Kimia Farma (Persero) Tbk:

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Stefan Looho

Komisaris Independen : Diah Kusumawardani Komisaris Independen : Fachmi Idris

Komisaris : Suprianto Komisaris : Sumarjati Arjoso Komisaris : Bonanza Perwira Taihitu Susunan Direksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk Direktur Utama : Djagad Prakasa Dwialam Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Willy Meridian Direktur Produksi dan Supply Chain : Hadi Kardoko Direktur Sumber Daya Manusia : Disril Revolin Putra Direktur Komersial : Hanadi Setiarto.

Perubahan pengurus tersebut berlaku efektif usai RUPST, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bonanza Perwira Taihitu adalah Staf Ahli Bidang Politik & Globalisasi Kesehatan – Kementerian Kesehatan sejak tahun 2025. Bonanza juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan – Kementerian Kesehatan (2022-2024) dan Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerjasama Kesehatan, HAM, dan Kemanusiaan – Kementerian Luar Negeri (2019). Latar belakang pendidikan Bonanza, S1 Hubungan Internasional, Universitas Airlangga (1998) dan S2 Ilmu Politik, Universitas Indonesia (2003). Usai RUPST, Djagad Prakasa Dwialam mengatakan perubahan susunan pengurus dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis KAEF dalam memperkuat tata kelola perusahaan, mendukung transformasi bisnis, serta meningkatkan pelaksanaan strategi jangka panjang Perseroan.

“Para pemegang saham mendorong manajemen untuk memperkuat fundamental bisnis Perseroan. Berbagai keputusan yang disepakati dalam RUPST merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan memperbaiki kinerja Perseroan secara menyeluruh,” ujarnya.

Perseroan meyakini bahwa langkah ini akan semakin memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan agenda transformasi dan peningkatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya atas komitmen dan kontribusinya selama menjalankan amanah di PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Dengan semangat kolaborasi dan tata kelola yang kuat, Perseroan optimistis dapat terus menghadirkan kinerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pemegang saham, serta seluruh stakeholders,” tambah Djagad Prakasa Dwialam.

Langkah ini juga menegaskan komitmen Perseroan untuk terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (VKTR) Rights Issue 25 Miliar Saham, Pemilik Bakal Terdilusi 36,3%

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) grup Bakrie bersiap melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue

Pengendali WINR Guyur Lagi Jutaan Saham di FCA

Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), Pemenang Nusantara Internasional, melakukan divestasi sebanyak 5,008 juta saham

Grup Lippo (LPCK) Bantah Jadi Pengembang Rusun MBR di Meikarta

PT Lippo Cikarang Tbk memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan mengenai proyek Rumah Susun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Rusun MBR) yang dikembangkan di kawasan Lippo Cikarang.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru