back to top

Samuel Sekuritas Guyur 281,29 Juta Saham BKSL Saat Harga Rp74 per Lembar

Emitentrust.com – Samuel Sekuritas Indonesia melaporkan penjualan sebanyak 281.290.300 saham PT Sentul City Tbk (BKSL) pada hari ini 20 Juli 2026 dengan nilai transaksi sekitar Rp20,82 miliar.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikanBKSL disebutkan bahwa), transaksi dilakukan pada harga Rp74 per saham dengan tujuan pencairan repurchase agreement (repo).

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan Samuel Sekuritas Indonesia di BKSL berkurang dari 9.524.362.100 saham atau setara 5,68% menjadi 9.243.071.800 saham atau sekitar 5,51% dari total saham dengan hak suara.

Berdasarkan perhitungan dari harga dan jumlah saham yang dijual, nilai transaksi mencapai Rp20.815.482.200 atau sekitar Rp20,82 miliar.

Dalam laporan kepada regulator, transaksi tersebut merupakan penjualan saham secara langsung dan berkaitan dengan pencairan repo, bukan aksi divestasi maupun perubahan strategi investasi.

Samuel Sekuritas Indonesia juga menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengubah status pengendalian terhadap perseroan.

Pada perdagangan hari ini Senin (20/7) saham BKSL naik 2,99 persen ke level Rp69.

Artikel Terkait

Dirut Emiten TP Rachmat (TAPG) Mulai Jual Saham di Harga Rp1.580

Presiden Direktur PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), George Oetomo, mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di emiten sawit milik TP Rachmat melalui transaksi penjualan yang dilakukan pada 17 Juli 2026.

FORU Siapkan Rights Issue Rp27,1T, Ubah Arah Bisnis ke Tambang

PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) berencana melakukan transformasi bisnis besar-besaran melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), atau rights issue, perubahan kegiatan usaha, serta transaksi material dan afiliasi.

BEI Ingatkan COCO-R Hanya Diperdagangkan Sampai 21 Juli 2026

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor bahwa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) dengan kode COCO-R akan segera berakhir masa perdagangannya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru