back to top

DMAS Jadwalkan Dividen Rp795M Setara 99,3% Laba 2025

Emitentrust.com – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, memutuskan membagikan dividen final sebesar Rp795 miliar atau Rp16,50 per saham untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 Juni 2026 di Le Premier Hotel Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Pembagian dividen tersebut setara dengan hampir seluruh laba bersih Perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp800,31 miliar. Dengan demikian, dividend payout ratio DMAS mencapai sekitar 99,3%.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, mengatakan selain menggelar RUPST, Perseroan juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari yang sama.

Berdasarkan keputusan RUPS, dividen tunai sebesar Rp16,50 per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date 26 Juni 2026.

Adapun jadwal pembagian dividen adalah sebagai berikut:

Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 24 Juni 2026
Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 25 Juni 2026
Cum Dividen Pasar Tunai: 26 Juni 2026
Ex Dividen Pasar Tunai: 29 Juni 2026
Recording Date: 26 Juni 2026
Pembayaran Dividen Tunai: 9 Juli 2026

Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.

RUPS menerima pengunduran diri Muktar Widjaja dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris dan mengangkat Teky Mailoa sebagai Presiden Komisaris yang baru. Perseroan juga mengangkat Irhoan Tanudiredja sebagai Komisaris Independen.

Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris DMAS menjadi:
Presiden Komisaris: Teky Mailoa
Wakil Presiden Komisaris: Hermawan Wijaya
Wakil Presiden Komisaris: Masayoshi Hirose
Komisaris: Seiji Itagaki
Komisaris Independen: Teddy Pawitra
Komisaris Independen: Susiyati Bambang Hirawan
Komisaris Independen: Irhoan Tanudiredja

Artikel Terkait

SRO dan OJK Perkuat Reformasi Transparansi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),

Tahir Lepas 6,5 Juta Saham MPRO di Harga Rp7.300, Ada Apa?

Tahir selaku pemegang saham pengendali PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 17 Juni 2026.

GOTO Siapkan Rp3,5T untuk Buyback Saham

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal mencapai Rp3,5 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru