back to top

LOPI Gagal Minta Restu Private Placement, RUPSLB Tak Kuorum

Emitentrust.com – PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) belum dapat memperoleh persetujuan pemegang saham atas rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 19 Juni 2026 tidak memenuhi kuorum kehadiran.

Manajemen LOPI dalam keterangannya Senin (22/6) mengungkapkan bahwa, RUPSLB hanya dihadiri pemegang saham yang mewakili 85,89 juta saham atau 23,77% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Jumlah tersebut tidak memenuhi ketentuan kuorum sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan pasar modal yang berlaku.

Akibat tidak terpenuhinya kuorum kehadiran, agenda persetujuan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) tidak dapat dilaksanakan dan tidak menghasilkan keputusan apa pun.

PMTHMETD merupakan salah satu aksi korporasi yang umumnya dilakukan emiten untuk memperoleh tambahan modal dari investor strategis tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham eksisting. Namun, pelaksanaan aksi korporasi tersebut tetap memerlukan persetujuan pemegang saham melalui mekanisme RUPS sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan tidak tercapainya kuorum pada RUPSLB kali ini, perseroan berpotensi menjadwalkan kembali rapat lanjutan guna memperoleh persetujuan atas rencana penambahan modal tersebut.

Hingga saat ini, susunan manajemen perseroan tidak mengalami perubahan. LOPI tetap dipimpin oleh Wahyu Dwi Jatmiko sebagai Direktur Utama bersama Budi Mulyana sebagai Direktur. Sementara jajaran Dewan Komisaris terdiri atas Arfindi A. Batubara sebagai Komisaris Utama dan Ferianto sebagai Komisaris Independen.

Sebagai informasi Sebagai informasi LOPI sebelumnya menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas dua skema pendanaan sekaligus, yakni private placement (PMTHMETD) dan right issue (PMHMETD) juga mengalami kegagalan

Untuk skema tanpa HMETD (private placement), Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 110 juta saham baru atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan.

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka peluang masuknya investor strategis. Selain itu, peningkatan jumlah saham beredar diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham LOPI di pasar.

Di sisi lain, LOPI juga menyiapkan aksi rights issue dalam skala jauh lebih besar. Perseroan berencana menerbitkan hingga 1,4 miliar saham baru, setara dengan 127,27% dari jumlah saham yang telah ditempatkan.

Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat modal kerja serta mendukung ekspansi bisnis Perseroan di sektor jasa pengurusan transportasi (freight forwarding).

Artikel Terkait

MHKI Setujui Dividen Tunai Rp9,9M, Dibayar 24 Juli 2026

PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp9,9 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Juni 2026

FMII Pilih Laba Rp14,5M Buat Modal Ketimbang Bagi Dividen

PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham dari laba tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham menyetujui seluruh laba bersih perseroan sebesar Rp14,54 miliar

PSKT Puasa Dividen, RUPST Rombak Total Direksi dan Komisaris

PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 19 Juni 2026

Populer 7 Hari

Berita Terbaru