back to top

DEWA Putuskan Tebar Dividen Perdana Rp58,6M, Cair Juli 2026

Emitentrust.com – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memutuskan membagikan dividen tunai perdana sebesar Rp58,6 miliar atau Rp1,5 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 Juni 2026.

Dengan asumsi harga saham DEWA di level Rp124 per saham, pembagian dividen tersebut menawarkan dividend yield sekitar 1,21%.

Pembagian dividen perdana tersebut setara dengan 11,4% dari laba inti (core profit) tahun 2025 yang mencapai Rp514,5 miliar.

Sementara itu, sepanjang 2025 Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp4,3 triliun, termasuk keuntungan one-off dari goodwill negatif terkait konsolidasi Gayo Mineral Resources (GMR) serta dampak kerugian penjualan aset dan persediaan non-produktif.

Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen tunai pada 31 Juli 2026. Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga menerima Laporan Tahunan 2025, mengesahkan laporan keuangan, memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris, serta memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.

Direktur PT Darma Henwa Tbk, Ricardo Silaen, CFA, mengatakan dividen perdana ini menjadi bentuk apresiasi kepada para pemegang saham sekaligus mencerminkan semakin kuatnya fundamental Perseroan.

“Pembagian dividen ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah Perseroan, mencerminkan fundamental Perseroan yang semakin kuat sekaligus keyakinan kami terhadap prospek usaha ke depan. Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada para pemegang saham dan investasi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujar Ricardo.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi. Teguh Boentoro tetap menjabat sebagai Presiden Direktur, sedangkan Bambang Irawan Hendradi menjabat sebagai Presiden Komisaris. Perseroan juga memperkuat jajaran komisaris independen dengan tetap mempertahankan Karni Ilyas, Gories Mere, Agus Suharyono, dan Suadi Atma.

Manajemen menegaskan akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan disiplin operasional, serta menjaga standar Health, Safety and Environment (HSE) guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Sebagai perusahaan jasa kontraktor pertambangan yang juga merupakan afiliasi PT Bumi Resources Tbk, Darma Henwa optimistis mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.

Artikel Terkait

KDTN Ungkap Lepas Pengelolaan 4 Swiss-Belexpress Hotel, Ini Alasannya

PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) mengalihkan perjanjian pengelolaan dan pengoperasian empat unit Swiss-Belexpress Hotel di sejumlah rest area jalan tol kepada PT Hikmah Bersama Sentosa. Pengalihan tersebut efektif berlaku sejak 26 Juni 2026

IHSG Ditutup Ambles 1,28%, Hanya Sektor Properti Bertahan Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahan pada awal pekan setelah sebelumnya ditutup di zona merah pada akhir pekan lalu. Pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026), IHSG ambruk 75,34 poin atau 1,28% ke level 5.820,79.

Grup Salim (LSIP) Tebar Dividen Rp83 per Saham

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) emiten grup Salim menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp83 per saham kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru