back to top

Minna Padi (PADI) Gelar Rights Issue Rp50 per Lembar, Rasio 5:1

Emitentrust.com – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menggelar aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.261.449.305 saham baru. Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp113,07 miliar.

Berdasarkan prospektus perseroan, saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham dan akan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Jumlah saham baru yang diterbitkan setara dengan 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Seluruh saham baru berasal dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang 5 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 1 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham.

Perseroan menegaskan tidak menunjuk pembeli siaga (standby buyer) dalam pelaksanaan rights issue ini. Apabila seluruh HMETD tidak dilaksanakan oleh pemegang saham maupun tidak terdapat pemesanan saham tambahan, maka sisa saham baru akan tetap menjadi saham portepel perseroan.

Perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli hingga 27 Juli 2026, dengan tanggal terakhir pelaksanaan HMETD pada 27 Juli 2026. Perseroan mengingatkan bahwa HMETD yang tidak digunakan hingga batas waktu tersebut akan kedaluwarsa dan tidak lagi memiliki nilai.

Manajemen juga mengingatkan pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan sekitar 16,67%. Sementara itu, pelaksanaan PMHMETD I baru akan efektif setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika pernyataan efektif tidak diperoleh, maka seluruh proses rights issue dinyatakan batal demi hukum.

Perseroan menyebut risiko utama yang dihadapi berasal dari risiko kepatuhan, sedangkan bagi investor terdapat risiko likuiditas dan fluktuasi harga saham setelah aksi korporasi.

Pada perdagangan hari ini Rabu (1/7) saham PADI naik 6,67 persen ke level Rp64.

Artikel Terkait

BMTR Puasa Dividen, Laba Ditahan untuk Ekspansi Digital

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) memutuskan tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 Juni 2026.

Grup Salim (IMJS) Tetapkan Jadwal Dividen Rp0,35 per Saham, Cum 7 Juli

PT Indomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp3,797 miliar atau Rp0,35 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 Juni 2026.

BUMI Beri Pengumuman Soal Nasib Tambang Emasnya, Begini Isinya

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan transaksi divestasi PT Citra Palu Mineral (CPM) telah selesai dilakukan. Hal tersebut diungkap dalam Keterbukaan Informasi (KI) BUMI yang diunggah pada 29 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru