Emitentrust.com – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi menggelar Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau right issue dengan target menghimpun dana maksimal Rp3,6075 triliun.
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru atau setara 60% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Setiap pemegang 2 saham lama berhak memperoleh 3 HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan terdilusi hingga maksimal 60%.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung ekspansi Perseroan, terutama mengambil alih 507.380.875 saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) atau setara 99,995% kepemilikan dari PT Petrosea Tbk (PTRO).
Selain itu, dana juga akan digunakan untuk pelunasan lebih awal utang Perseroan serta memperkuat modal kerja.
PTRO tidak hanya bertindak sebagai penjual KMS, tetapi juga menjadi Pembeli Siaga dalam rights issue ini. PTRO berkomitmen melaksanakan HMETD yang dimiliki dan hak yang dialihkan kepadanya, sekaligus siap menyerap sisa saham baru hingga 116,18 juta saham.
Secara keseluruhan, komitmen investasi PTRO dalam transaksi ini mencapai sekitar Rp1,302 triliun.
Selain PTRO, dua perusahaan efek yakni PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) juga bertindak sebagai Pembeli Siaga Lainnya. Masing-masing berkomitmen menyerap sisa saham baru hingga 20,996 juta saham serta melaksanakan HMETD hasil pengalihan dari sejumlah pemegang saham.
Pemegang saham utama PT Autum Prima Indonesia (API) yang menguasai 30% saham SINI menyatakan akan melaksanakan 60 juta HMETD senilai Rp300 miliar, sementara sebagian haknya dialihkan kepada PT Deli Indonesia Raya (DIR), HPS, dan TRIM.
Di sisi lain, Di sisi lain, Batubara Development Pte. Ltd. dan Hapsoro memilih tidak menggunakan haknya dan mengalihkan seluruh HMETD kepada investor lain.
HMETD akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 14–20 Juli 2026. Apabila hingga batas akhir pelaksanaan HMETD tidak digunakan, maka hak tersebut akan kedaluwarsa dan tidak lagi memiliki nilai.
Perseroan menegaskan pelaksanaan rights issue ini tidak mengakibatkan perubahan pengendali. Dengan dukungan komitmen para pemegang saham dan pembeli siaga, SINI optimistis aksi korporasi ini akan memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis Perseroan.
Pada perdagangan Rabu (1/7) saham SINI berada pada level Rp9.075.


