Emitentrust.com – PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) baru merealisasikan penggunaan sekitar Rp17 miliar dari hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue hingga 30 Juni 2026. Perseroan masih memiliki sisa dana sebesar Rp144,77 miliar yang akan digunakan sesuai rencana dalam prospektus.
Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana yang disampaikan Perseroan, rights issue yang efektif pada 14 Juli 2025 berhasil menghimpun dana bruto sebesar Rp164,06 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp2,29 miliar, Perseroan memperoleh hasil bersih sebesar Rp161,77 miliar.
Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp2,29 miliar, Perseroan memperoleh hasil bersih sebesar Rp161,77 miliar.
Dari total dana tersebut, MINA baru menggunakan sekitar Rp16,99 miliar atau sekitar 10,5% dari hasil bersih penawaran. Dana yang telah direalisasikan terdiri atas Rp15,15 miliar untuk modal kerja PT Sanurhasta Mitra Tbk, Rp1 miliar untuk modal kerja PT Sanur Hasta Griya, serta Rp846,11 juta untuk belanja modal Perseroan.
Sementara itu, dana sebesar Rp144,77 miliar masih tersimpan di perbankan, masing-masing sekitar Rp44,77 miliar ditempatkan pada giro di PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan bunga sekitar 4%, serta Rp100 miliar ditempatkan dalam deposito di PT Bank Permata Tbk dengan bunga 6,44%.
Sesuai prospektus, mayoritas dana rights issue akan digunakan untuk belanja modal sebesar Rp108,45 miliar atau sekitar 67,04% dari hasil bersih penawaran. Sisanya dialokasikan untuk modal kerja PT Sanurhasta Mitra Tbk sebesar Rp49,05 miliar, modal kerja The Santai sebesar Rp3,27 miliar, serta modal kerja PT Sanur Hasta Griya sebesar Rp1 miliar.
Perseroan menyatakan penggunaan dana akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan investasi dan operasional sebagaimana telah disampaikan dalam prospektus rights issue.


