Emitentrust.com – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga periode pelaporan terbaru. Dari total dana bersih yang diperoleh sebesar Rp152,62 miliar, perseroan baru merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp31,83 miliar, sehingga masih terdapat sisa dana sekitar Rp120,79 miliar.
Berdasarkan laporan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (16/7) dana hasil IPO yang efektif pada 28 April 2023 tersebut digunakan sesuai dengan rencana yang tercantum dalam prospektus, yakni untuk belanja modal dan modal kerja.
Dari total realisasi penggunaan dana sebesar Rp31,83 miliar, sekitar Rp12,99 miliar atau 41% telah dialokasikan untuk belanja modal perseroan. Sementara Rp18,84 miliar atau 59% digunakan sebagai modal kerja.
Adapun dalam prospektus, perseroan merencanakan alokasi dana sebesar Rp12,99 miliar atau 8,5% dari total dana bersih untuk belanja modal, sedangkan Rp139,63 miliar atau 91,5% diperuntukkan bagi modal kerja.
Sementara itu, sisa dana IPO yang belum digunakan sebesar Rp120,79 miliar ditempatkan dalam rekening giro di PT Bank DKI dengan tingkat bunga 0,25% per tahun melalui skema rollover pokok dan bunga setiap satu bulan. Perseroan menyatakan bahwa Bank DKI merupakan pihak ketiga, sehingga tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan.
Sebelumnya, PT Era Media Sejahtera Tbk menghimpun dana sebesar Rp154,75 miliar dari pelaksanaan IPO. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp2,13 miliar, perseroan memperoleh hasil bersih senilai Rp152,62 miliar.
Laporan penggunaan dana tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Era Media Sejahtera Tbk, Vicktor Aritonang, dan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada investor.


