Emitentrust.com – PT Green Power Group Tbk (LABA) membukukan laba bersih sebesar Rp16,52 miliar pada kuartal I-2026, melonjak 171,25% dibandingkan periode pembanding sebesar Rp6,09 miliar. Sejalan dengan itu, penjualan perseroan melonjak 827,93% menjadi Rp31,19 miliar dari Rp3,36 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang di rilis pada Senin (20/7), lonjakan pendapatan mendorong laba kotor meningkat menjadi Rp12,00 miliar, dibandingkan Rp2,06 miliar pada periode pembanding. Beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp19,19 miliar.
Di sisi operasional, beban penjualan mencapai Rp513,75 juta, sedangkan beban umum dan administrasi sebesar Rp15,10 miliar. Alhasil, perseroan masih membukukan rugi usaha sebesar Rp3,61 miliar. Namun, kinerja secara keseluruhan tertopang oleh pos pendapatan lain-lain sehingga laba sebelum pajak mencapai Rp16,52 miliar.
Perseroan juga membukukan pendapatan pajak tangguhan sebesar Rp447,91 juta, sehingga laba bersih setelah pajak tercatat Rp16,52 miliar. Total laba komprehensif periode berjalan mencapai Rp16,96 miliar.
Dari sisi neraca, total aset Green Power Group meningkat menjadi Rp156,94 miliar per 31 Maret 2026 dari Rp145,05 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas naik menjadi Rp76,70 miliar dari Rp50,60 miliar, sementara total ekuitas turun menjadi Rp80,24 miliar dari Rp94,45 miliar.
Pada laporan arus kas, kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi Rp8,45 miliar pada akhir Maret 2026 dibandingkan Rp3,12 miliar pada akhir 2025. Aktivitas operasi menghasilkan kas bersih sebesar Rp5,01 miliar, sementara aktivitas investasi mencatat arus kas keluar bersih Rp9,34 miliar seiring belanja aset dan investasi.
Pada perdagangan hari ini Senin (20/7) saham LABA naik 2,13 persen level Rp96.


