back to top

BEI Cecar BIKE Soal Pemegang Saham Baru hingga Rencana Akuisisi

Emitentrust.com – PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait sejumlah aksi korporasi yaitu transaksi negosiasi saham, masuknya sejumlah pemegang saham baru, hingga rencana pengambilalihan oleh PT Penajam Makmur Jaya (PMJ).

Dalam penjelasannya manajemen, BIKE menyatakan tidak mengetahui latar belakang maupun tujuan investasi sejumlah pemegang saham baru seperti Jora, MNH, MSAH, MSH, maupun RK.

Perseroan menegaskan seluruh kepemilikan saham tersebut diperoleh melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia sehingga Perseroan tidak memiliki kewenangan menentukan ataupun mengendalikan pihak yang membeli saham.

Menanggapi pertanyaan BEI yang mengaitkan sejumlah nama pemegang saham dengan berbagai pemberitaan di media massa, termasuk dugaan keterkaitan dengan tokoh politik maupun kasus hukum, BIKE menyatakan tidak memiliki data maupun dokumen yang dapat mengonfirmasi kesamaan identitas para pihak tersebut.

” BIKE juga menegaskan tidak memiliki kewenangan melakukan verifikasi latar belakang investor di luar data resmi daftar pemegang saham, ” jawab Manajemen ke BEI pada Rabu (22/7)

Terkait masuknya perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan PMJ, seperti KSI, SSI, KIK, PNM, dan SMI, BIKE menjelaskan keputusan investasi masing-masing dilakukan secara independen. Perseroan maupun PMJ mengaku tidak memperoleh informasi terlebih dahulu mengenai transaksi saham yang dilakukan melalui mekanisme Bursa.

BEI juga meminta penjelasan mengenai rencana pembentukan superholding melalui akuisisi sejumlah sister company PMJ, yakni RK, PEG, FDP, SMI, MENN, KBI, dan LGA.

Perseroan menyampaikan sebagian besar rencana akuisisi tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan evaluasi, sehingga belum terdapat aksi korporasi maupun jadwal pelaksanaan yang pasti. Sementara itu, rencana akuisisi terhadap LGA telah dibatalkan karena para pihak tidak mencapai kesepakatan.

Sebagai sumber pendanaan, BIKE mengungkapkan PMJ berencana memberikan fasilitas pinjaman kepada Perseroan yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendanaan, termasuk pelaksanaan akuisisi apabila terealisasi. Saat ini rencana tersebut masih dalam proses penyusunan pendapat kewajaran oleh penilai independen dan pemenuhan ketentuan regulator.

Perseroan juga memaparkan proyeksi kontribusi bisnis apabila seluruh rencana akuisisi terlaksana, yakni RK 20%, PEG 15%, FDP 20%, SMI 15%, MENN 10%, dan KBI 20%. Seluruh perusahaan tersebut bergerak di bidang konstruksi, teknologi informasi, solusi digital, hingga pengadaan barang dan jasa.

Menanggapi pertanyaan BEI mengenai harga pengambilalihan saham oleh PMJ yang hanya sekitar Rp46-Rp47 per saham, jauh di bawah harga pasar saat itu, BIKE menegaskan harga tersebut merupakan hasil negosiasi dengan mempertimbangkan penurunan kinerja keuangan, kerugian operasional pada 2025 hingga 2026, rendahnya permintaan saham, serta kebutuhan pendanaan untuk menjaga keberlangsungan usaha Perseroan. Namun, Perseroan menegaskan tidak dapat menyimpulkan harga pasar saham saat itu berada dalam kondisi overvalued.

Dalam 12 bulan ke depan, BIKE berencana melanjutkan pengembangan usaha melalui sister company PMJ serta melanjutkan evaluasi rencana akuisisi. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat keputusan final maupun jadwal pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Artikel Terkait

Akhiri Reli 9 Hari, IHSG Ditutup Terkoreksi Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menghentikan reli selama sembilan hari berturut-turut setelah ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (22/7/2026). IHSG terkoreksi 5,82 poin atau 0,09% ke level 6.334,47, meski mayoritas sektor masih

XLSMART (EXCL) Menang Spektrum Baru, 4G dan 5G Makin Ngebut!

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi ditetapkan sebagai salah satu pemenang seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz tahun 2026 oleh Kementerian

BEI Layangkan Surat ke Yulie Sekuritas Indonesia (YULE) Terkait Ini

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) terkait volatilitas transaksi saham Perseroan melalui surat Nomor S-08768/BEI.PP3/07-2026 tertanggal 21 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru