back to top

Fortune (FORU) Kantongi Restu Rights Issue Jumbo Rp27,1T

Emitentrust.com – PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) resmi mengawali transformasi bisnisnya setelah para pemegang saham menyetujui seluruh agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 22 Juli 2026.

Rapat yang dihadiri pemegang saham mewakili 67,72 juta saham atau 62,77% dari seluruh saham dengan hak suara tersebut menyetujui tiga agenda strategis dengan tingkat persetujuan mencapai 99,97%.

Manajemen FORU dalam keterangannya Jumat (24/7) mengungkapkan bahwa agenda pertama adalah perubahan kegiatan usaha Perseroan. Pemegang saham menyetujui transformasi FORU dari perusahaan yang bergerak di bidang media dan percetakan melalui entitas anak menjadi perusahaan holding.

Persetujuan tersebut juga mencakup hasil studi kelayakan yang disusun oleh KJPP Kusnanto dan Rekan, perubahan Anggaran Dasar terkait maksud dan tujuan usaha, serta pemberian kuasa kepada Direksi untuk menyelesaikan seluruh proses administratif kepada regulator.

Selain transformasi bisnis, pemegang saham juga memberikan lampu hijau atas rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.

Melalui aksi korporasi tersebut, Perseroan akan meningkatkan modal dasar menjadi Rp50 triliun, dengan modal ditempatkan dan disetor maksimal mencapai Rp21,56 triliun, sementara nilai nominal saham tetap sebesar Rp100 per saham.

RUPS juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan jumlah saham yang akan diterbitkan, sedangkan Direksi diberi mandat menentukan harga pelaksanaan rights issue, jadwal pelaksanaan, penggunaan dana, hingga proses pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.

Pada agenda ketiga, pemegang saham turut menyetujui transaksi material berupa penerimaan pengalihan 10.780 saham Seri A PT Borneo Prima atau setara 49% kepemilikan dari IMR Asia Holding Pte Ltd.

Transaksi tersebut akan dilakukan sebagai bagian dari penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) dan dilaksanakan sesuai ketentuan POJK mengenai Transaksi Material serta Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.

Dengan disetujuinya seluruh agenda tersebut, FORU kini memasuki fase baru transformasi bisnis yang ditandai dengan perubahan model usaha menjadi perusahaan holding, pelaksanaan rights issue untuk memperkuat struktur permodalan, serta langkah ekspansi melalui pengambilalihan kepemilikan di PT Borneo Prima.

Seluruh keputusan dalam RUPSLB memperoleh dukungan mayoritas mutlak, dengan 99,97% suara setuju pada setiap mata acara rapat, mencerminkan dukungan kuat pemegang saham terhadap strategi jangka panjang Perseroan.

Sebelumnya PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) berencana melakukan transformasi bisnis besar-besaran melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), atau rights issue, perubahan kegiatan usaha, serta transaksi material dan afiliasi.

Seluruh rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026.

Dalam aksi korporasi ini, FORU akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 saham baru atau setara 99,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

FORU menetapkan harga pelaksanaan Rp126 per saham, sehingga nilai maksimal dana yang dapat dihimpun mencapai sekitar Rp27,10 triliun.

Setiap pemegang 100 saham lama berhak memperoleh 46.235 HMETD, di mana setiap 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.

Pemegang saham pengendali, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), akan melaksanakan 165.216.755.166 HMETD melalui mekanisme penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng).

Aset yang akan disetor berupa 10.780 saham Seri A PT Borneo Prima (BP) atau setara 49% kepemilikan di BP milik IMR AH.

Artikel Terkait

IHSG Anjlok 1,75% di Sesi I, Seluruh Sektor Kompak Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama Jumat (24/7/2026). IHSG ditutup merosot 110,67 poin atau 1,75% ke level 6.204,63, seiring aksi jual yang melanda hampir seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Grup Salim (DNET) Amankan Kredit Rp2T Tanpa Agunan dari Bank SMBC

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (BEI: DNET) memperoleh fasilitas Revolving Credit Facility (RCF) senilai Rp2 triliun dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Menariknya, fasilitas pembiayaan tersebut diberikan tanpa agunan atau clean facility.

Laba Bank JTrust (BCIC) Anjlok 29% di Semester I 2026, Pendapatan Bunga Ikut Drop

PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) membukukan laba bersih sebesar Rp80,23 miliar pada semester I/2026 atau turun sekitar 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp112,95 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru