back to top

Emiten Raffi Ahmad (RANS) Sebut Siapkan Laporan Keuangan Interim Semester I 2026

Emitentrust.com – PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menyampaikan rencana untuk melakukan penelaahan terbatas (limited review) atas laporan keuangan interim Perseroan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Pemberitahuan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk pemenuhan ketentuan POJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik serta Peraturan Bursa Nomor I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi.

Direktur RANS, Rumunggu Yokonapita dalam keterangannya Jumat (24/7) disebutkan bahwa proses limited review akan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Teramihardja, Pradhono & Chandra.

Manajemen Perseroan menjelaskan bahwa pelaksanaan penelaahan terbatas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas laporan keuangan Perseroan, sehingga informasi keuangan yang disampaikan kepada investor memiliki tingkat keandalan yang lebih baik.

RANS juga menegaskan bahwa hasil penelaahan terbatas atas laporan keuangan interim periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 akan disampaikan sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya RANS Entertainment dalam memperkuat penerapan tata kelola perusahaan (good corporate governance) sekaligus menjaga transparansi kepada pemegang saham dan pelaku pasar modal.

Sebagai informasi PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mengawali debutnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada , Jumat (10/7/202 pada harga perdana Rp170 per lembar

Perseroan melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dari aksi korporasi tersebut, RANS berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar. Antusiasme investor sudah terlihat sejak masa penawaran umum, di mana IPO RANS mengalami oversubscribed dengan hampir 1 juta investor mengikuti proses pemesanan.

Artikel Terkait

IHSG Anjlok 1,75% di Sesi I, Seluruh Sektor Kompak Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama Jumat (24/7/2026). IHSG ditutup merosot 110,67 poin atau 1,75% ke level 6.204,63, seiring aksi jual yang melanda hampir seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Grup Salim (DNET) Amankan Kredit Rp2T Tanpa Agunan dari Bank SMBC

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (BEI: DNET) memperoleh fasilitas Revolving Credit Facility (RCF) senilai Rp2 triliun dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Menariknya, fasilitas pembiayaan tersebut diberikan tanpa agunan atau clean facility.

Laba Bank JTrust (BCIC) Anjlok 29% di Semester I 2026, Pendapatan Bunga Ikut Drop

PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) membukukan laba bersih sebesar Rp80,23 miliar pada semester I/2026 atau turun sekitar 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp112,95 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru