back to top

NPGF Melesat di Semester I, Laba Ikut Terbang

Emitentrust.com – PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,11 miliar pada semester I-2026, meningkat 48,47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,42 miliar. Kinerja positif tersebut ditopang lonjakan penjualan yang tumbuh signifikan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, penjualan perseroan melonjak 117,86% menjadi Rp155,91 miliar, dari Rp71,57 miliar pada semester I-2025. Seiring pertumbuhan pendapatan, laba sebelum pajak juga meningkat menjadi Rp2,39 miliar dibandingkan Rp1,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi operasional, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp120,29 miliar dari Rp52,83 miliar. Beban pemasaran dan penjualan juga naik menjadi Rp15,74 miliar, sementara beban umum dan administrasi tercatat Rp7,96 miliar. Perseroan juga menanggung beban keuangan sebesar Rp9,76 miliar, meningkat dibandingkan Rp3,95 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 meningkat menjadi Rp443,36 miliar, naik dari Rp366,58 miliar pada akhir 2025. Kenaikan aset terutama didorong meningkatnya piutang usaha menjadi Rp206,30 miliar dan persediaan yang melonjak menjadi Rp139,37 miliar.

Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp202,23 miliar dari Rp127,55 miliar pada akhir 2025, seiring meningkatnya pinjaman bank jangka pendek menjadi Rp183,65 miliar. Adapun total ekuitas bertambah menjadi Rp241,13 miliar dari Rp239,03 miliar pada akhir tahun lalu, ditopang akumulasi laba berjalan.

Saham NPGF saat ini berada di level Rp57 per lembar.

Artikel Terkait

Dirut Emiten TP Rachmat (TAPG) Mulai Jual Saham di Harga Rp1.580

Presiden Direktur PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), George Oetomo, mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di emiten sawit milik TP Rachmat melalui transaksi penjualan yang dilakukan pada 17 Juli 2026.

FORU Siapkan Rights Issue Rp27,1T, Ubah Arah Bisnis ke Tambang

PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) berencana melakukan transformasi bisnis besar-besaran melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), atau rights issue, perubahan kegiatan usaha, serta transaksi material dan afiliasi.

BEI Ingatkan COCO-R Hanya Diperdagangkan Sampai 21 Juli 2026

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor bahwa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) dengan kode COCO-R akan segera berakhir masa perdagangannya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru