back to top

Semua Sektor Rontok! IHSG Ambruk Hampir 2% di Akhir Pekan

Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (24/7/2026), memperpanjang tren pelemahan menjadi tiga hari berturut-turut. IHSG merosot 118 poin atau 1,88% ke level 6.196,43, meski secara akumulatif masih mencatat kenaikan 0,34% sepanjang pekan ini.

Tekanan terhadap IHSG terjadi setelah seluruh 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup di zona merah. Pelemahan terdalam dialami sektor barang konsumen non-primer yang turun 3,04%, disusul sektor barang baku 3,02%, energi 2,82%, transportasi 2,70%, dan keuangan 2,00%. Sementara itu, sektor infrastruktur terkoreksi 1,63%, perindustrian 1,47%, barang konsumen primer 1,45%, teknologi 1,41%, properti dan real estat 1,16%, serta kesehatan 0,26%.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume mencapai 37,58 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,60 triliun. Sebanyak 587 saham melemah, hanya 104 saham menguat, sementara 105 saham lainnya ditutup stagnan.

Di tengah tekanan pasar, saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES) memimpin kenaikan nominal setelah melonjak Rp875 menjadi Rp36.275 per saham. Disusul PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang naik Rp675 menjadi Rp7.475 per saham serta PT MNC Property Tbk (MPRO) yang menguat Rp550 menjadi Rp14.425 per saham.

Sebaliknya, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi penekan terbesar setelah turun Rp3.250 menjadi Rp186.750 per saham. Pelemahan juga dialami PT Golden Flower Tbk (POLU) yang turun Rp300 menjadi Rp12.400 per saham dan PT Timah Tbk (TINS) yang melemah Rp260 menjadi Rp3.430 per saham.

Berdasarkan frekuensi perdagangan, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 98.758 kali transaksi senilai Rp1,08 triliun. Posisi berikutnya ditempati TPIA sebanyak 89.182 kali transaksi dengan nilai Rp1,2 triliun, disusul BMRI sebanyak 84.089 kali transaksi senilai Rp1,6 triliun.

Di kelompok saham LQ45, pelemahan dipimpin PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang merosot 7,28%, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 6,56%, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melemah 6,36%.

Sementara itu, saham LQ45 yang masih mampu menguat dipimpin PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan kenaikan 2,48%, diikuti PT Indosat Tbk (ISAT) yang naik 0,78%, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang menguat 0,47%.

Artikel Terkait

Pengendali FAPA Jual 5,31 Juta Saham, Raup Rp38,56 Miliar

Pemegang saham pengendali PT FAP Agri Tbk (FAPA), Prinsep Indo Hld, melakukan aksi divestasi dengan melepas sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan.

ASMI Siapkan Buyback Saham Rp17,92 Miliar

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan menyiapkan dana maksimal Rp17,92 miliar, termasuk biaya perantara

OJK Panggil Kredivo dan KreditFazz, Selidiki Dugaan Pelanggaran Debt Collector

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Kredivo Finance Indonesia (Kredivo) dan PT KreditFazz Digital Indonesia (KrediFazz) pada Kamis (23/7/2026) menyusul informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan tindakan tidak patut petugas penagihan (debt collector) terhadap seorang konsumen di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru