Emitentrust.com – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) membukukan laba bersih sebesar Rp147,21 miliar pada semester I-2026, meningkat 19,56% dibandingkan Rp123,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan tumbuh 14,13% menjadi Rp5,17 triliun dari Rp4,53 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kenaikan pendapatan diikuti meningkatnya beban pokok penjualan yang mencapai Rp4,88 triliun, naik 13,49% dibandingkan Rp4,30 triliun pada semester I-2025. Meski demikian, laba bruto masih meningkat 26,04% menjadi Rp284,77 miliar dari Rp225,93 miliar.
Di sisi operasional, beban usaha naik 25,46% menjadi Rp101,35 miliar dari Rp80,78 miliar. Namun, laba usaha tetap tumbuh 26,36% menjadi Rp183,41 miliar dibandingkan Rp145,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat 20,97% menjadi Rp187,57 miliar dari Rp155,06 miliar. Pertumbuhan tersebut turut mendorong laba periode berjalan naik hampir 20% menjadi Rp147,21 miliar.
Dari sisi neraca, total liabilitas perseroan meningkat menjadi Rp752,83 miliar per 30 Juni 2026 dibandingkan Rp473,85 miliar pada akhir 2025. Adapun total aset naik menjadi Rp2,82 triliun dari Rp2,48 triliun pada 31 Desember 2025, mencerminkan ekspansi aktivitas usaha dan peningkatan skala operasional sepanjang semester pertama tahun ini.
Pada perdagangan hari ini Senin (27/7) saham CEKA naik 1 persen ke level Rp2.140.


