back to top

IHSG Terkoreksi ke 6.173 di Sesi I, Mayoritas Sektor Memerah

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi I, Senin (27/7/2026). IHSG turun 22,495 poin atau 0,36% ke level 6.173,935 setelah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan pagi.

IHSG sempat bergerak di rentang 6.144 hingga 6.219 setelah dibuka pada level 6.196. Pelemahan indeks terjadi seiring tekanan yang terjadi pada mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sektor infrastruktur menjadi penekan utama IHSG setelah terkoreksi 1,42%. Pelemahan juga terjadi pada sektor kesehatan yang turun 0,68%, barang baku melemah 0,55%, properti dan real estate turun 0,40%, energi terkoreksi 0,35%, barang konsumen primer melemah 0,34%, serta keuangan turun tipis 0,04%.

Di sisi lain, empat sektor berhasil bertahan di zona hijau. Sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan dengan kenaikan 0,75%, diikuti sektor perindustrian yang naik 0,74%, barang konsumen non-primer menguat 0,25%, dan teknologi naik 0,06%.

Hingga akhir sesi I, total volume perdagangan mencapai 17,31 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,09 triliun. Sebanyak 312 saham melemah, 299 saham menguat, dan 182 saham bergerak stagnan.

Dari sisi pergerakan harga, DCII mencatat kenaikan nominal terbesar setelah melonjak Rp4.650 menjadi Rp191.400 per saham. Disusul ADES yang naik Rp2.150 ke Rp38.425, serta INKP yang menguat Rp275 menjadi Rp7.950 per saham.

Sementara itu, ARKO menjadi saham dengan penurunan nominal terbesar setelah turun Rp350 menjadi Rp5.370 per saham. Selanjutnya TCPI melemah Rp275 ke Rp5.275, dan PGUN juga turun Rp275 menjadi Rp7.775 per saham.

Dari sisi aktivitas perdagangan, BUMI menjadi saham teraktif dengan frekuensi transaksi mencapai 44.085 kali senilai Rp420 miliar. Disusul BULL sebanyak 43.379 kali transaksi senilai Rp219,5 miliar, serta BMRI dengan 32.587 kali transaksi senilai Rp626,9 miliar.

Pada indeks LQ45, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi top loser setelah turun 4,34% (berdasarkan data yang disampaikan), diikuti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melemah 3,12%, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang turun 3,10%.

Di sisi lain, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memimpin daftar top gainers LQ45 dengan kenaikan 3,61%, disusul PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang menguat 3,58%, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 2,55%.

Artikel Terkait

ELIT Bukukan Laba Naik di Tengah Penurunan Pendapatan Pada Semester I-2026

PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp17,68 miliar pada semester I-2026,

Mulia Industrindo (MLIA) Berbalik Rugi Rp158M di Semester I-2026

PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) membukukan rugi bersih sebesar Rp158,70 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba bersih Rp29,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu

Aksi Beruntun Direktur SMRA, Angkut 20,4 Juta Saham di Pasar

Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Liliawati Rahardjo, menambah kepemilikan saham perseroan sebanyak 20.409.000 saham melalui serangkaian transaksi pembelian pada 21-23 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru