Emitentrust.com – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan laba bersih sebesar Rp550,11 miliar pada semester I 2026, turun 21,23% dibandingkan laba bersih sebesar Rp698,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan laba terjadi seiring melemahnya pendapatan, meski Perseroan berhasil menjaga efisiensi beban pokok penjualan dan mencatat arus kas operasi yang meningkat signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2026, pendapatan neto tercatat sebesar Rp4,25 triliun, turun 7,19% dibandingkan Rp4,58 triliun pada semester I 2025.
Seiring penurunan penjualan, beban pokok penjualan dan beban langsung juga turun 6,70% menjadi Rp2,13 triliun dari Rp2,28 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, laba kotor ikut terkoreksi 7,67% menjadi Rp2,12 triliun dibandingkan Rp2,30 triliun pada semester I 2025.
Di tingkat operasional, laba usaha tercatat sebesar Rp1,26 triliun, turun 7,98% dari Rp1,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya pendapatan, meskipun beban operasi lain berhasil ditekan hingga 77,43% menjadi Rp14,97 miliar dari Rp66,31 miliar.
Sementara itu, biaya keuangan meningkat 9,83% menjadi Rp627,40 miliar dari Rp571,25 miliar, sehingga laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan turun 16,41% menjadi Rp749,55 miliar.
Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp332,39 miliar, turun 34,00% dibandingkan Rp503,51 miliar pada semester I 2025. Laba per saham dasar ikut menurun menjadi Rp20,13 dari Rp30,50 per saham.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 7,72% menjadi Rp41,30 triliun per 30 Juni 2026 dibandingkan Rp38,34 triliun pada akhir 2025.
Di sisi lain, total liabilitas naik 11,53% menjadi Rp24,91 triliun dari Rp22,34 triliun, sedangkan total ekuitas meningkat 2,41% menjadi Rp16,39 triliun dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp16,00 triliun.
Perseroan juga mencatat perbaikan arus kas operasional yang cukup kuat. Arus kas bersih dari aktivitas operasi melonjak 118,18% menjadi Rp899,57 miliar dibandingkan Rp412,29 miliar pada semester I 2025. Sementara saldo kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 mencapai Rp4,84 triliun, meningkat 29,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,74 triliun.


