back to top

KLBF Catat Penjualan Tumbuh 14%, Tapi Laba Drop 3% di Semester I

EmitenTrust.com – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,91 triliun hingga semester I 2026. Raihan tersebut turun sekitar 3,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,97 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Jumat, penjualan neto justru mencatat pertumbuhan 14,1% menjadi Rp19,47 triliun dari Rp17,07 triliun pada semester I 2025.

Sejalan dengan meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan naik 20,8% menjadi Rp12,16 triliun dibandingkan Rp10,07 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, laba bruto perseroan meningkat 4,4% menjadi Rp7,31 triliun, dari sebelumnya Rp7,00 triliun.

Meski demikian, laba sebelum pajak mengalami penurunan 3,1% menjadi Rp2,53 triliun, dibandingkan Rp2,61 triliun pada semester I 2025.

Dari sisi neraca, total aset Kalbe Farma hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp33,07 triliun, meningkat 7,8% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp30,69 triliun.

Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp7,31 triliun, atau meningkat 22,4% dari posisi Rp5,97 triliun pada 31 Desember 2025.

Artikel Terkait

BEI Tetapkan Saham Berbasis Hijau Perkuat Pendanaan Berkelanjutan di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Green Equity Designation atau Penetapan Saham Berbasis Hijau sebagai langkah memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan sekaligus memperluas akses pendanaan bagi perusahaan yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau dan transisi rendah karbon.

Diam-diam! Crown Company Caplok 8,257% Saham BLTZ Lewat Dua Transaksi

Investor asing CROWN COMPANY PTE. LTD. resmi mengakumulasi kepemilikan saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) melalui dua transaksi akuisisi tidak langsung (indirect acquisition) yang efektif pada 24 Juli 2026.

Grup Salim (IMAS) Catat Laba Anjlok 74,3% di Semester I 2026, Meski Pendapatan Naik 17,6%

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), emiten otomotif Grup Salim, membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,10 miliar hingga semester I 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru