EmitenTrust.com – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), emiten otomotif Grup Salim, membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,10 miliar hingga semester I 2026. Raihan tersebut anjlok 74,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp43,15 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Jumat, pendapatan neto IMAS meningkat 17,6% menjadi Rp17,36 triliun dari Rp14,76 triliun pada semester I 2025.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok pendapatan naik 20,5% menjadi Rp14,05 triliun dibandingkan Rp11,66 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, laba kotor masih tumbuh 7,1% menjadi Rp3,31 triliun dari Rp3,09 triliun.
Namun, laba usaha turun 7,2% menjadi Rp1,29 triliun dibandingkan Rp1,39 triliun, seiring meningkatnya beban penjualan serta beban umum dan administrasi.
Tekanan tersebut berlanjut pada laba sebelum pajak yang merosot 40,2% menjadi Rp197,75 miliar, dari Rp330,87 miliar pada semester I 2025.
Laba per saham dasar juga turun tajam menjadi Rp2,78, dibandingkan Rp10,80 pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset perseroan hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp85,03 triliun, meningkat 8,3% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp78,49 triliun.
Sementara itu, total liabilitas naik 9,3% menjadi Rp68,27 triliun, dari Rp62,45 triliun pada 31 Desember 2025.


