back to top

CBRE Cetak Lonjakan Pendapatan Tiga Kali Lipat, Tapi Laba Masih Tertekan di Semester I

Emitentrust.com – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) membukukan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada semester pertama 2026. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp88,96 miliar, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp29,08 miliar.

Kenaikan pendapatan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas operasional serta mulai terealisasinya strategi pengembangan usaha yang dijalankan perseroan, khususnya di sektor pelayaran dan energi.

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, CBRE juga mempertahankan kapasitas asetnya sebagai fondasi ekspansi bisnis. Hingga 30 Juni 2026, total aset perseroan tercatat sekitar Rp2,02 triliun, yang menjadi modal penting dalam menangkap peluang bisnis jangka panjang.

Meski demikian, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp36,01 miliar pada semester I-2026. Kinerja laba tersebut tertekan oleh meningkatnya beban operasional dan beban keuangan yang timbul seiring penguatan kapasitas usaha dan struktur pendanaan untuk mendukung ekspansi.

Selain itu, laba bersih juga dipengaruhi oleh kenaikan beban bunga pinjaman akibat pemanfaatan fasilitas pembiayaan serta rugi selisih kurs yang muncul akibat fluktuasi nilai tukar selama periode berjalan.

Manajemen menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari investasi yang dilakukan untuk memperkuat fondasi bisnis dalam jangka panjang. Perseroan tetap berkomitmen mengoptimalkan utilisasi aset, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan peluang usaha baru guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Cakra Buana Resources Energi Tbk mengatakan pertumbuhan pendapatan pada semester pertama 2026 menjadi indikator positif bahwa strategi pengembangan usaha mulai memberikan hasil.

“Perseroan melihat bahwa pertumbuhan pendapatan pada semester pertama tahun 2026 merupakan indikator positif atas mulai terealisasinya strategi pengembangan usaha yang telah dijalankan. Di sisi lain, beban operasional dan beban keuangan yang meningkat merupakan bagian dari investasi Perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama CBRE.

Ke depan, manajemen akan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta memperkuat struktur keuangan agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik pada periode mendatang.

Perseroan juga menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham, investor, mitra usaha, kreditur, regulator, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan. Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), dan manajemen risiko yang prudent, CBRE optimistis dapat memperkuat fundamental usaha dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Artikel Terkait

Saham MDIA Terbang 274% Sebulan, Ternyata VIVA Masih Kuasai 80,73%

Reli tajam saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Dalam satu bulan terakhir, saham emiten media tersebut tercatat melonjak sekitar 274%, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terbaik di

Begini Komposisi Kepemilikan dan Free Float Saham RATU per Juli 2026

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melaporkan porsi saham free float tetap sebesar 30,93% hingga akhir Juli 2026 atau setara 839,75 juta saham dari total 2,715 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perseroan juga menegaskan bahwa

BEI Buka Gembok Saham COAL di FCA, Ini Alasannya

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). Dengan keputusan tersebut, saham COAL kembali dapat diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi IV Periodic Call Auction

Populer 7 Hari

Berita Terbaru