Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Kamis (6/8/2026). Setelah sempat bergerak di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan sesi I, IHSG akhirnya berbalik arah dan ditutup melemah 7,42 poin atau 0,12% ke level 6.343,71.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan menyentuh level terendah 6.324 dan tertinggi 6.388, setelah dibuka di posisi 6.351.
Pelemahan indeks terjadi seiring mayoritas sektor yang berakhir di zona merah. Dari 11 indeks sektoral, hanya empat sektor yang berhasil mencatatkan kenaikan, sementara tujuh sektor lainnya mengalami koreksi.
Sektor properti menjadi penekan terbesar dengan pelemahan 0,70%, disusul sektor kesehatan yang turun 0,48% dan teknologi yang melemah 0,40%.
Di sisi lain, sektor energi menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 1,43%, diikuti sektor perindustrian yang naik 0,86% serta sektor transportasi yang menguat 0,59%.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 54,19 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,79 triliun. Sebanyak 265 saham menguat, 337 saham melemah, dan 192 saham ditutup stagnan.
Pada kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, ADES naik Rp1.600 menjadi Rp35.000 per saham. Disusul PTRO yang menguat Rp575 menjadi Rp5.125 per saham, serta BDMN yang naik Rp310 ke Rp4.530 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang masuk daftar top gainers dipimpin TMPO yang melonjak 25,19% ke level 159, diikuti PDES yang naik 24,73% ke 474, FAST menguat 22,78% ke 388, IATA melesat 21,87% ke 117, dan JGLE naik 20,48% ke level 100.
Di sisi lain, saham yang mengalami penurunan harga terbesar antara lain MPRO yang turun Rp700 menjadi Rp12.050 per saham, GGRM melemah Rp350 ke Rp20.600 per saham, serta ROCK turun Rp260 menjadi Rp1.500 per saham.
Adapun daftar top losers dipimpin TALF yang anjlok 14,93% ke level 1.025, disusul BACH yang turun 14,86% ke 630, ROCK melemah 14,77% ke 1.500, TGUK terkoreksi 9,48% ke 124, dan GPSO turun 7,74% ke 286.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham KOTA menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 168.845 kali transaksi senilai Rp757 miliar. Posisi berikutnya ditempati JGLE sebanyak 131.425 kali senilai Rp519 miliar, serta IATA dengan 127.403 kali transaksi senilai Rp579 miliar.
Pada indeks LQ45, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi top gainer dengan kenaikan 7,92%, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 6,67%, serta PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menguat 6,00%.
Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memimpin daftar top losers LQ45 setelah turun 3,64%, diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melemah 2,41%, serta PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang terkoreksi 2,34%.


