back to top

IHSG Ditutup Anjlok ke 6.365, Tapi GIAA Terbang 33,3 Persen

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan awal pekan. Setelah sempat menguat pada awal perdagangan, IHSG akhirnya terkoreksi 44,28 poin atau 0,69% ke level 6.365,37 pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026).

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak variatif dengan level terendah 6.362 dan level tertinggi 6.462. IHSG dibuka di level 6.409.

Tekanan terhadap IHSG terjadi seiring mayoritas indeks sektoral yang berakhir di zona merah. Dari 11 sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya satu sektor yang mampu menguat, yakni sektor transportasi.

Sektor transportasi melonjak 6,21% dan menjadi satu-satunya penopang IHSG pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, 10 sektor lainnya mengalami pelemahan. Koreksi terdalam terjadi pada sektor barang konsumen non-primer yang turun 1,37%, disusul sektor infrastruktur yang melemah 1,25% dan sektor perindustrian yang terkoreksi 0,74%.

Aktivitas perdagangan saham juga cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 46,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp18,02 triliun.

Sebanyak 287 saham ditutup menguat, sementara 329 saham melemah dan 180 saham lainnya stagnan.

Di jajaran saham dengan kenaikan harga terbesar, DCII naik Rp550 menjadi Rp206.100 per saham. Kemudian ROCK menguat Rp455 menjadi Rp2.330 per saham, sedangkan ARKO naik Rp420 menjadi Rp4.950 per saham.

Adapun saham yang mengalami penurunan harga antara lain ADES yang terkoreksi Rp2.000 menjadi Rp33.000 per saham. GGRM turun Rp975 menjadi Rp20.750 per saham, sedangkan FORU melemah Rp360 menjadi Rp2.040 per saham.

Sementara itu, sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan. GIAA menjadi salah satu top gainer dengan lonjakan 33,33% atau naik 18 poin ke level Rp72. GMFI menguat 31,48% atau naik 17 poin ke level Rp71.

Kemudian SULI melonjak 27,77% menjadi Rp115, STAR naik 24,81% ke level Rp332, dan IOTF menguat 24,52% ke level Rp66.

Di sisi lain, tekanan cukup besar terjadi pada sejumlah saham. FORU menjadi top loser setelah turun 15% ke level Rp2.040. BAIK terkoreksi 14,93% menjadi Rp655, VOKS turun 10,37% ke Rp242, TGUK melemah 9,82% ke Rp101, dan ELTY terkoreksi 9,52% menjadi Rp38.

Dari sisi aktivitas transaksi, DSSA menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 122.452 kali dan nilai transaksi sekitar Rp1,2 triliun.

Posisi berikutnya ditempati TPIA dengan frekuensi 97.835 kali dan nilai transaksi Rp1,4 triliun, serta IATA sebanyak 91.931 kali dengan nilai transaksi Rp449 miliar.

Pada jajaran indeks LQ45, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menjadi saham dengan penurunan terdalam sebesar 4,05%, disusul Barito Pacific (BRPT) yang turun 3,63% dan Indika Energy (INDY) yang melemah 3,33%.

Sebaliknya, tiga saham LQ45 yang mencatatkan kenaikan terbesar adalah ESSA Industries Indonesia (ESSA) yang menguat 7,87%, Merdeka Copper Gold (MDKA) naik 3,40%, serta Hartadinata Abadi (HRTA) yang menguat 2,33%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan awal pekan. Setelah sempat menguat pada awal perdagangan, IHSG akhirnya terkoreksi 44,28 poin atau 0,69% ke level 6.365,37 pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026).

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak variatif dengan level terendah 6.362 dan level tertinggi 6.462. IHSG dibuka di level 6.409.

Tekanan terhadap IHSG terjadi seiring mayoritas indeks sektoral yang berakhir di zona merah. Dari 11 sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya satu sektor yang mampu menguat, yakni sektor transportasi.

Sektor transportasi melonjak 6,21% dan menjadi satu-satunya penopang IHSG pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, 10 sektor lainnya mengalami pelemahan. Koreksi terdalam terjadi pada sektor barang konsumen non-primer yang turun 1,37%, disusul sektor infrastruktur yang melemah 1,25% dan sektor perindustrian yang terkoreksi 0,74%.

Aktivitas perdagangan saham juga cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 46,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp18,02 triliun.

Sebanyak 287 saham ditutup menguat, sementara 329 saham melemah dan 180 saham lainnya stagnan.

Di jajaran saham dengan kenaikan harga terbesar, DCII naik Rp550 menjadi Rp206.100 per saham. Kemudian ROCK menguat Rp455 menjadi Rp2.330 per saham, sedangkan ARKO naik Rp420 menjadi Rp4.950 per saham.

Adapun saham yang mengalami penurunan harga antara lain ADES yang terkoreksi Rp2.000 menjadi Rp33.000 per saham. GGRM turun Rp975 menjadi Rp20.750 per saham, sedangkan FORU melemah Rp360 menjadi Rp2.040 per saham.

Sementara itu, sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan. GIAA menjadi salah satu top gainer dengan lonjakan 33,33% atau naik 18 poin ke level Rp72. GMFI menguat 31,48% atau naik 17 poin ke level Rp71.

Kemudian SULI melonjak 27,77% menjadi Rp115, STAR naik 24,81% ke level Rp332, dan IOTF menguat 24,52% ke level Rp66.

Di sisi lain, tekanan cukup besar terjadi pada sejumlah saham. FORU menjadi top loser setelah turun 15% ke level Rp2.040. BAIK terkoreksi 14,93% menjadi Rp655, VOKS turun 10,37% ke Rp242, TGUK melemah 9,82% ke Rp101, dan ELTY terkoreksi 9,52% menjadi Rp38.

Dari sisi aktivitas transaksi, DSSA menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 122.452 kali dan nilai transaksi sekitar Rp1,2 triliun.

Posisi berikutnya ditempati TPIA dengan frekuensi 97.835 kali dan nilai transaksi Rp1,4 triliun, serta IATA sebanyak 91.931 kali dengan nilai transaksi Rp449 miliar.

Pada jajaran indeks LQ45, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menjadi saham dengan penurunan terdalam sebesar 4,05%, disusul Barito Pacific (BRPT) yang turun 3,63% dan Indika Energy (INDY) yang melemah 3,33%.

Sebaliknya, tiga saham LQ45 yang mencatatkan kenaikan terbesar adalah ESSA Industries Indonesia (ESSA) yang menguat 7,87%, Merdeka Copper Gold (MDKA) naik 3,40%, serta Hartadinata Abadi (HRTA) yang menguat 2,33%.

Artikel Terkait

Pemegang Obligasi Adhi Karya (ADHI) Kompak Tolak Penundaan Pembayaran Bunga

Pemegang Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 menolak seluruh usulan PT Adhi Karya (Persero) Tbk terkait perubahan dan/atau penundaan jadwal pembayaran bunga obligasi.

Tender Wajib SONA Sepi! Pengendali Baru Cuma Serap 757 Ribu Saham

Penawaran Tender Wajib (PTW) atas saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) yang dilakukan pengendali baru, PT Pratama Citra Karunia, ternyata mendapat respons terbatas dari pemegang saham.

TOWR Amankan Dana dari CIMB Niaga (BNGA) Rp1,5T

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan total fasilitas mencapai Rp1,5 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru