Emitentrust.com – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) emiten milik Hapsoro melaporkan kepemilikan saham setelah tiga transaksi yang dilakukan pada 11 Agustus 2026 melibatkan total 210 juta saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,06 triliun.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan manajemen SINI pada 11 Agustus 2026 bahwa transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp5.070 per saham pada 11 Agustus 2026.
Transaksi pertama dilakukan oleh Autum Prima Indonesia, yang melepas secara tidak langsung sebanyak 60 juta saham SINI. Kepemilikannya turun dari 204,3 juta saham atau 16,99% menjadi 144,3 juta saham atau 12,01%.
Dengan harga transaksi Rp5.070 per saham, nilai pelepasan 60 juta saham tersebut mencapai Rp304,2 miliar.
Pada saat yang sama, PT Deli Indonesia Raya tercatat melakukan pembelian tidak langsung sebanyak 60 juta saham SINI. Kepemilikannya meningkat dari sebelumnya 30 juta saham atau 2,49% menjadi 90 juta saham atau 7,48%. Nilai transaksi pembelian 60 juta saham tersebut juga mencapai sekitar Rp304,2 miliar.
Sementara itu, transaksi ketiga melibatkan Hendrikus Yulidar Putra Karim, yang tercatat melakukan pembelian tidak langsung sebanyak 90 juta saham SINI. Sebelum transaksi, Hendrikus belum tercatat memiliki saham SINI. Setelah transaksi, kepemilikannya menjadi 90 juta saham atau 7,48%.
Dengan harga Rp5.070 per saham, nilai transaksi Hendrikus mencapai sekitar Rp456,3 miliar.
Jika ketiga transaksi tersebut digabungkan, total saham yang berpindah kepemilikan mencapai 210 juta saham, dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,064 triliun.
Meski terjadi perubahan komposisi kepemilikan dalam jumlah besar, ketiga laporan tersebut memiliki tujuan transaksi yang sama, yakni “penyesuaian portofolio antar pengendali dengan mempertahankan pengendalian.”
Dalam laporan tersebut, masing-masing pihak juga menyatakan berstatus sebagai pengendali dan pengendalian akan dipertahankan.
Setelah transaksi, Autum Prima Indonesia masih memiliki 144,3 juta saham atau 12,01% SINI. Di sisi lain, PT Deli Indonesia Raya tercatat memiliki 90 juta saham atau 7,48%, sementara Hendrikus Yulidar Putra Karim juga memiliki 90 juta saham atau 7,48%.
Pada perdagangan hari ini Selasa (11/8) saham SINI turun 4,96 persen ke level Rp6.700 per lembar.


