back to top

BEI Bakal Suspensi Panjang Saham INCF, Ini Faktornya

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) di seluruh pasar. Penghentian perdagangan dilakukan karena adanya ketidakpastian atas kelangsungan usaha (going concern) perseroan.

Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-SPT-00014/BEI.PP2/08-2026, suspensi saham INCF berlaku mulai Sesi IV Perdagangan Efek Periodic Call Auction pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Saham INCF tercatat di Papan Pemantauan Khusus BEI. Bursa belum menetapkan kapan perdagangan saham INCF akan kembali dibuka dan menyatakan penghentian sementara berlaku hingga terdapat pengumuman lebih lanjut.

BEI meminta para pihak yang berkepentingan, khususnya investor, untuk terus memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan maupun Bursa terkait perkembangan INCF.

Suspensi ini menjadi perhatian karena alasan penghentian perdagangan berkaitan langsung dengan ketidakpastian mengenai kemampuan perseroan mempertahankan kelangsungan usahanya. Investor pun perlu mencermati perkembangan kondisi keuangan dan operasional INCF serta langkah yang akan ditempuh manajemen.

Artikel Terkait

Garuda (GIAA) Tiba-tiba Copot Sementara Direktur Niaga, Ada Apa?

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengumumkan pemberhentian sementara Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga Perseroan.

Toba Surimi (CRAB) Sebut Ajukan Gugatan ke PN Medan, Tuntut Kredit Rp124,4M Dihapus

PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) menyampaikan bahwa telah mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Medan. Gugatan tersebut berkaitan dengan persoalan Kredit Modal Kerja Revolving dengan nilai yang didalilkan perseroan mencapai Rp124,69 miliar.

BEI Cecar Emiten Haji Isam (JARR) Soal Transaksi Pembelian CPO yang Disomasi Duta Palma

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten milik pengusaha Haji Isam, memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi pembelian dan penerimaan sekitar 3.500 metrik ton (MT) crude palm oil (CPO) dari PT Agrinas Palma Nusantara (APN).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru