back to top

Gudang Garam (GGRM) Lakukan Transaksi Afiliasi Rp200M, Ini Tujuannya

Emitentrust.com – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melakukan transaksi afiliasi berupa penambahan modal sebesar Rp200 miliar kepada anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama (SDHI). Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Bandar Udara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan perseroan yang disampaikan Jumat (14/8/2026), transaksi dilakukan melalui pengambilan 200.000 saham baru yang diterbitkan SDHI dengan nilai nominal Rp1 juta per saham.

Seluruh saham baru tersebut diambil bagian oleh Gudang Garam dengan penyetoran modal sebesar Rp200 miliar. SDHI merupakan perusahaan terkendali sekaligus pihak terafiliasi dengan GGRM.

Sebelum transaksi, Gudang Garam menguasai 14.299.999 saham SDHI atau 99,9% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor. Setelah penambahan modal, kepemilikan GGRM meningkat menjadi 14.499.999 saham, namun persentasenya tetap 99,9% dari total 14.500.000 saham SDHI.

Dengan aksi tersebut, modal ditempatkan dan disetor SDHI meningkat dari sebelumnya Rp14,3 triliun menjadi Rp14,5 triliun.

Penambahan modal tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan di Luar Rapat Umum Pemegang Saham (Keputusan Sirkuler) SDHI pada 14 Agustus 2026, yang kemudian dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham SDHI.

Artikel Terkait

BEI Telisik Saham DGIK, Transaksi Tiba-tiba Ramai Tapi Harga Anjlok

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas transaksi saham yang disertai penurunan harga cukup signifikan.

RUNS Makin Tekor! Pendapatan Anjlok 28%, Rugi Tembus Rp2,31M di Semester I – 2026

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) mencatatkan kinerja yang masih tertekan pada semester I-2026. Pendapatan usaha perseroan turun 28,34% menjadi Rp8,47 miliar hingga 30 Juni 2026, dibandingkan Rp11,82 miliar pada periode yang sama tahun

GOTO Keluar MSCI, BEI Ungkap Potensi Dana Asing Kabur Rp3T

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan potensi dana asing keluar atau outflow akibat rebalancing indeks MSCI kali ini tidak akan sebesar aksi rebalancing sebelumnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru