back to top

Akuisisi Emway Globalindo, BABY Minta Restu Rights Issue

Emitentrust.com – PT Multitrend Indo Tbk (BABY), emiten ritel pakaian dan mainan anak mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dalam rangka pengambilalihan PT Emway Globalindo (EGI).

Dalam aksi ini BABY akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 26 Januari 2026.

Dijkelaskan dana hasil PMHMETD I, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mengambil alih mayoritas saham EGI melalui skema inbreng saham dan pembelian saham secara tunai dari Blooming Years Pte. Ltd. (BY).

Total nilai rencana pengambilalihan EGI mencapai Rp269,99 miliar, dengan rincian, Rp129,99 miliar berasal dari inbreng berupa 255,07 juta saham EGI atau setara 48% kepemilikan, dan Rp139,99 miliar untuk pembelian tunai 274,72 juta saham EGI atau 52% kepemilikan.

Untuk pembelian tunai tersebut, Perseroan akan menggunakan fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. Harga pelaksanaan PMHMETD I atau rights issue ditetapkan sebesar Rp590 per saham baru.

Setelah transaksi rampung, EGI akan menjadi anak usaha Multitrend Indo, dan Perseroan secara efektif menguasai 100% saham EGI.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan per 31 Oktober 2025, ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp410,57 miliar. Dengan nilai transaksi yang melebihi 50% dari ekuitas, rencana pengambilalihan ini dikategorikan sebagai Transaksi Material sesuai ketentuan POJK No. 17/2020.

Selain itu, transaksi ini juga merupakan Transaksi Afiliasi karena dilakukan dengan Blooming Years Pte. Ltd., yang merupakan pemegang saham pengendali Perseroan. Oleh karena itu, Multitrend Indo wajib memperoleh persetujuan dari Pemegang Saham Independen melalui RUPS Independen, sesuai POJK No. 42/2020.

Manajemen menyatakan bahwa rencana pengambilalihan ini telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris melalui keputusan sirkuler tertanggal 15 Desember 2025. Selain itu, Perseroan juga telah mengajukan permohonan persetujuan kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku kreditur.

Pada perdagangan Selasa (30/12), saham BABY naik 4,85 persen ke level Rp346 per saham. Dalam sepekan naik 8,1 persen dari harga Rp320 pada 29 Desember 2025. Dalam sebulan naik 25 persen dari harga Rp276 pada 8 Desember 2025.

Artikel Terkait

TSPC Bagi Dividen Rp150 per Saham, Andi Mallarangeng Masuk Komisaris

PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp676,48 miliar atau Rp150 per saham kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025.

IHSG Ditutup Rebound 7,57%! Saham Prajogo Cs Terbang

IHSG bangkit luar biasa pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026). Setelah mengalami tekanan berat dalam beberapa hari terakhir. IHSG melonjak 404,51 poin atau 7,57% ke level 5.746,64.

PE LIVE 2026: Bank Raya (AGRO) Optimis Bisnis Digital Tumbuh Positif

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menegaskan optimisme terhadap prospek bisnis digital perseroan dengan memaparkan kinerja positif sepanjang kuartal I 2026 dalam ajang Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia bersama Self-Regulatory Organization (SRO).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru