back to top

ALMI Ungkap Dekati Investor Tiongkok demi Lepas Suspensi dan Penuhi Free Float

Emiten manufaktur anggota Maspion Group, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI), terus mempercepat upaya pemulihan status suspensi sahamnya dengan mematangkan rencana pemenuhan ketentuan kepemilikan saham publik (free float) sebagaimana diatur Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI pada Selasa (30/6/2026), manajemen ALMI mengungkapkan hingga saat ini perseroan masih menjajaki berbagai alternatif terbaik untuk memenuhi Ketentuan V.1.1 dan/atau V.1.2 Peraturan BEI Nomor I-A mengenai porsi minimum saham publik.

Perseroan mengakui pendekatan yang sebelumnya dilakukan kepada sejumlah investor belum menghasilkan kesepakatan. Karena itu, manajemen bersama pemegang saham pengendali masih membutuhkan waktu tambahan guna menentukan skema terbaik dalam memenuhi persyaratan free float sekaligus memulihkan status perdagangan saham perseroan.

Berdasarkan laporan perkembangan realisasi rencana pemulihan, ALMI saat ini tengah melakukan penjajakan terhadap dua calon investor potensial. Salah satunya merupakan investor asal Tiongkok, dengan proses penjajakan awal yang telah mencapai progres sekitar 40%.

Selain membidik investor asing, perseroan juga melanjutkan pembahasan dengan calon investor strategis domestik yang bersifat jangka panjang dan tidak terafiliasi. Negosiasi dengan investor lokal tersebut bahkan telah mencatatkan progres sekitar 50%, mencerminkan adanya perkembangan positif dalam proses pencarian solusi atas persoalan free float.

Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary ALMI, Windy Brigitta Carp, menegaskan bahwa proses pemenuhan ketentuan free float tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan perseroan.

Manajemen menambahkan akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta publik setelah skema terbaik untuk memenuhi ketentuan saham publik berhasil disepakati. Perseroan berharap langkah penataan struktur kepemilikan saham tersebut dapat mempercepat pencabutan suspensi dan mengembalikan perdagangan saham ALMI di Bursa Efek Indonesia.

Artikel Terkait

Grup Lippo (MLPT) Dapat Restu Stock Split 1:25

PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) emiten grup Lippo resmi memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:25 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 29 Juni 2026.

YPAS Tahan Seluruh Laba 2025 Buat Modal, Dividen Absen!

PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) memutuskan tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih Perseroan akan dibukukan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan perusahaan.

SGRO Jadwalkan Dividen Rp193 per Saham, Yield Capai 6,92%

PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp350,99 miliar atau Rp193 per saham kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru