back to top

Astra Agro (AALI) Setujui Tebar Dividen Rp881M, Setara Rp458 per Saham

Emitentrust.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) resmi membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (15/4).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen total sebesar Rp881,5 miliar atau setara Rp458 per saham. Sebelumnya, perseroan telah lebih dulu menyalurkan dividen interim sebesar Rp236,7 miliar atau Rp123 per saham pada 24 Oktober 2025.

Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp644,8 miliar atau Rp335 per saham akan dibayarkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham yang berhak.

Pembagian dividen ini ditopang oleh kinerja keuangan perseroan yang solid sepanjang 2025. Astra Agro mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun, meningkat 28,2% secara tahunan (year-on-year).

Presiden Direktur Astra Agro, Djap Tet Fa, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari optimalisasi praktik agronomi serta disiplin pengendalian biaya di seluruh lini operasional.

Selain itu, dukungan dan sinergi dari para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perusahaan tetap positif.

Pada perdagangan hari ini Rabu (15/4) saham AALI naik 0,62 persen ke level Rp8.125.

Artikel Terkait

16 Emiten Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Tembus 12,5%

Sebanyak 16 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen sepanjang 8 hingga 12 Juni 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif

Emiten Prajogo (BREN) Perkuat Operasi Panas Bumi Lewat Transaksi Afiliasi Baru

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) emiten milik Prajogo Pangestu mengumumkan transaksi afiliasi melalui sejumlah perusahaan anak usahanya dengan nilai kontrak mencapai Rp17,23

Grup Emtek (SAME) Private Placement Rp32,95M, Saham Bakal Terdilusi 8,7%

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), pengelola jaringan EMC Healthcare yang berada di bawah Grup EMTEK, berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,65 miliar saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru