back to top

BEI Minta Penjelasan Bukalapak (BUKA) Terkait PHK dan Selamatkan Bisnis

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan kepada PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) emiten teknologi milik Emtek terkait strategi bisnis, kinerja keuangan, hingga langkah efisiensi yang dilakukan perseroan.

Dalam tanggapan resminya, Cut Fika Lutfi Sekretaris Perusahaan Bukalapak mengungkapkan bahwa perseroan tengah menjalankan transformasi besar-besaran guna memperbaiki kinerja keuangan, termasuk menutup sejumlah lini usaha dan melakukan efisiensi operasional.

Salah satu sorotan utama adalah defisit saldo laba sebesar Rp7,1 triliun per akhir 2025, yang mendorong perseroan memperketat strategi bisnis.

Bukalapak kini memfokuskan bisnisnya pada empat segmen utama, yakni: Mitra Bukalapak, Gaming, Investment dan Retail

Perseroan juga menghentikan operasional marketplace produk fisik secara bertahap sebagai bagian dari perubahan model bisnis.

BEI juga menyoroti penurunan jumlah karyawan yang signifikan, dari 1.018 karyawan pada 2024 menjadi hanya 424 karyawan di 2025.

Manajemen menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari Transformasi bisnis, Penyesuaian terhadap dinamika industri dan Fokus pada lini usaha yang lebih menguntungkan.

“Perampingan dilakukan untuk menyelaraskan sumber daya dengan strategi baru perseroan,” tulis manajemen.

Meski demikian, Bukalapak menegaskan bahwa langkah ini tidak membatalkan kebijakan strategis utama, melainkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Untuk menuju profitabilitas, Bukalapak mengandalkan: Efisiensi biaya operasional, Fokus pada segmen dengan margin lebih tinggi dan Optimalisasi pemasaran yang lebih selektif

Menariknya, perseroan juga tidak lagi menggunakan metrik lama seperti GMV, TPV, GTV, maupun take rate, karena dinilai tidak lagi relevan dengan model bisnis terbaru.

Sebagai gantinya, perusahaan lebih menitikberatkan pada kualitas pendapatan dan profitabilitas per segmen.

Meski menghadapi tantangan, Bukalapak mencatat CAGR pendapatan sebesar 22% dalam tiga tahun terakhir.

Perseroan juga menegaskan bahwa sebagian besar pendapatan saat ini berasal dari bisnis berbasis teknologi dalam ekosistem digitalnya.

Bukalapak mengakui bahwa industri ekonomi digital Indonesia masih sangat kompetitif, dengan persaingan tidak hanya dari sisi promosi, tetapi juga Pengalaman pengguna, Relevansi layanan dan Adaptasi model bisnis

Ke depan, perusahaan akan mengedepankan strategi pemasaran yang lebih efisien dan tepat sasaran, tanpa bergantung pada promosi agresif.

Artikel Terkait

Astra International (ASII) Dapat Restu Gelar Buyback Saham Rp8T

PT Astra International Tbk (ASII) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang

BEI Minta Klarifikasi Emiten Haji Isam (JARR) Terkait Sengketa Pembelian 3.500 Ton CPO

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) emiten milik Haji Isam memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait surat dari Law Office R. Azhari & Co mengenai dugaan sengketa hukum material atas transaksi pembelian crude palm oil

WIKA Sebut Sidang Perdana PKPU Anak Usaha Digelar 22 Juli 2026

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (BEI: WIKA) menegaskan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap anak usahanya, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON),

Populer 7 Hari

Berita Terbaru