back to top

BNI Beri Hadiah 16,38 Juta Saham Treasuri ke Karyawan

Emitentrust.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi menyelesaikan pengalihan seluruh saham hasil pembelian kembali saham (buyback) tahun 2025 sebanyak 16,38 juta lembar saham untuk pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Pegawai (Employee Share Ownership Program/ESOP).

Dalam keterangan resminya Selasa (2/6) BNI menyampaikan bahwa pengalihan seluruh saham treasury stock tersebut telah rampung pada 29 Mei 2026.

Manajemen menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang digelar pada 26 Maret 2025.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan saham hasil buyback yang disimpan sebagai treasury stock untuk program kepemilikan saham bagi pegawai serta Direksi dan Dewan Komisaris yang memenuhi persyaratan.

Pengalihan saham tersebut dilakukan setelah BNI menyelesaikan aksi buyback tahun 2025 yang sebelumnya telah diumumkan melalui laporan informasi atau fakta material pada 20 Februari 2026.

Sebanyak 16.377.700 saham hasil buyback kemudian dialokasikan kepada pegawai melalui program kepemilikan saham sebagai bagian dari implementasi remunerasi berbasis kinerja.

Dengan selesainya proses pengalihan tersebut, BNI kini tidak lagi memiliki saham treasury stock yang berasal dari pelaksanaan buyback tahun 2025.

Perseroan menegaskan bahwa penyelesaian pengalihan saham treasury tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Menurut manajemen, program kepemilikan saham bagi pegawai merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan keterikatan (engagement) karyawan sekaligus menyelaraskan kepentingan pegawai dengan kinerja jangka panjang perusahaan.

Pada perdagangan Selasa (2/6) saham BBNI berada di level Rp3.760. Jika mengacu pada harga hari ini maka nilai total saham treasuri yang dibagikan ke karyawan senilai Rp61,5

Artikel Terkait

NAYZ Ungkap Ganti Bisnis ke Telekomunikasi dan Teknologi

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengonfirmasi bahwa bisnis makanan bayi yang selama ini menjadi kegiatan usaha utama Perseroan akan dihentikan setelah proses pengambilalihan dan inbreng perusahaan milik Sako Consultancy Pte Ltd (Sako) selesai dilaksanakan.

Pengadilan Singapura Perpanjang Moratorium MDLN hingga Agustus 2026

Modernland Realty Tbk (MDLN) mengumumkan perkembangan terbaru terkait proses restrukturisasi utang melalui anak usahanya, Modernland Overseas Pte. Ltd. (MLO). Perseroan mengungkapkan bahwa permohonan moratorium

Begini Kata Penilai Soal Transaksi Afiliasi SMKM Rp30M

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) memperoleh pendapat kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ihot Dollar & Raymond terkait rencana pemberian pinjaman kepada perusahaan afiliasi, Panasia Aquaculture Pte. Ltd..

Populer 7 Hari

Berita Terbaru