back to top

CPRO Bubarkan Anak Usaha di Singapura, Kenapa?

Emitentrust.com- Emiten akuakultur PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) mengumumkan perubahan status operasional salah satu anak usahanya di Singapura, yakni CPP Intertrade Pte Ltd yang saat ini tengah menjalani proses penghapusan badan hukum atau striking off.

Sekretaris Perusahaan CPRO, Farah Reza Praditya, menyampaikan bahwa entitas tersebut telah menerima pemberitahuan pendaftaran proses striking off dari Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) Singapura.

Dalam mekanisme tersebut, perusahaan akan dibubarkan secara administratif apabila tidak terdapat keberatan dari pihak mana pun hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 15 Maret 2026.

“Sampai dengan 16 Maret 2026 tidak terdapat keberatan dari pihak mana pun, sehingga proses striking off telah diterima secara hukum,” ujar manajemen PT Central Proteina Prima Tbk dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, perseroan masih menunggu pemberitahuan final dari otoritas Singapura terkait penyelesaian proses pembubaran tersebut.

Manajemen menegaskan langkah ini tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan konsolidasi perseroan. Hal ini karena CPP Intertrade Pte Ltd tercatat belum pernah memulai kegiatan operasional sejak didirikan.

Penutupan entitas ini juga disebut sebagai bagian dari upaya perseroan dalam memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di lingkungan usaha PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO).

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru