back to top

Diam-diam! Pengendali FOLK Lego 20,5 Juta Saham

EmTrust- PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) menampaikan bahwa Sumber Garam Pratama, salah satu pemegang saham telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya menjelang akhir 2025.

Manajemen FOLK dalam keterangannya pada 5 Januari 2026 mengungkapkan bahwa Sumber Garam Pratama telah melakukan penjualan tidak langsung atas saham FOLK pada 30 Desember 2025.

Dalam transaksi tersebut, Sumber Garam Pratama melepas sebanyak 20.514.159 lembar saham FOLK di harga Rp341 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi divestasi ini diperkirakan mencapai sekitar Rp6,99 miliar.

Aksi pelepasan saham ini membuat kepemilikan Sumber Garam Pratama menyusut dari sebelumnya 1.148.510.940 saham atau 29,09% menjadi 1.127.996.781 saham atau 28,57% dari total saham beredar.

Manajemen menyebutkan bahwa tujuan transaksi adalah divestasi dengan kepemilikan langsung.

Pada perdagangan hari ini Senin (5/2) saham FOLK naik 10 persen ke level Rp494 per lembar.

Perlu diketahui, sebelumnya PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) menanggapi permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait sejumlah pos keuangan yang dinilai mengalami perubahan signifikan hingga kuartal III-2025. Terkait piutang, utang, penurunan penjualan, hingga strategi pemulihan kinerja ke depan.

Manajemen FOLK menyampaikan bahwa, Per 30 September 2025, piutang usaha FOLK tercatat Rp2,38 miliar, naik tipis dibanding akhir 2024. Lonjakan terutama berasal dari PT Borwita Citra Prima sebesar Rp816,76 juta, seiring dimulainya kerja sama distribusi merek drsoap yang sebelumnya dipegang PT Filia Sukses Mandiri (FSM).

BEI juga menyoroti piutang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari senilai Rp1,45 miliar, terutama berasal dari: PT Mitra Ultima Utama: Rp756,6 juta dan CV Global Tujuh Sejahtera Rp699,7 juta.

FOLK menyebut kedua pihak masih melakukan pembayaran bertahap dan telah menyampaikan komitmen pelunasan lanjutan, sehingga belum dibentuk cadangan penurunan nilai.

Penjualan FOLK hingga September 2025 tercatat Rp14,05 miliar, turun 6,52% secara tahunan. Penurunan berasal dari Jasa yang turun 25,77% dan Penjualan barang turun 3,41%

Hilangnya kontribusi FSM sebesar Rp3,62 miliar menjadi salah satu faktor utama. Namun, FOLK mulai mencatatkan penjualan dari Borwita senilai Rp6,09 miliar sebagai pelanggan baru.

Beban umum dan administrasi berhasil ditekan 21,9% YoY menjadi Rp12,60 miliar, meski masih membebani hampir 90% dari penjualan.

Sementara itu aset tetap turun menjadi Rp11,75 miliar akibat penyusutan, aset tak berwujud menyusut menjadi Rp1,41 miliar. Persediaan turun 24,76% dengan tambahan penyisihan penurunan nilai Rp1,78 miliar.

Artikel Terkait

RUPSLB Wika Beton (WTON) Setujui Dua Agenda Strategis, Ini Keputusannya

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 pada Jumat (10/7/2026) yang menyetujui dua agenda strategis, yakni perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun

Free Float GPSO 56,61%, Grup Tjokro Kuasai 37,63% Saham, Ini Sosok UBO

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melaporkan free float perseroan turun menjadi 56,61% pada akhir Juni 2026 dari 57,29% pada bulan sebelumnya. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru